Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Juli 2026 | 05.13 WIB

Bukan Sekadar Chatbot, AI Suara Disebut Kunci Perluas Layanan Keuangan

Diskusi panel "Grassroot Economies in the Age of AI" pada The 2026 Asia Grassroots Forum. (Istimewa) - Image

Diskusi panel "Grassroot Economies in the Age of AI" pada The 2026 Asia Grassroots Forum. (Istimewa)

JawaPos.com - Teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) berbasis suara dinilai berpotensi menjadi solusi memperluas inklusi keuangan di Indonesia.

Teknologi ini diyakini membantu masyarakat yang memiliki kendala menggunakan layanan digital karena keterbatasan literasi dan perbedaan bahasa.

Pandangan itu disampaikan Managing Director & Partner BCG, Tushar Agarwal, dalam diskusi panel "Grassroot Economies in the Age of AI" pada The 2026 Asia Grassroots Forum.

Menurutnya, tantangan utama memperluas manfaat AI bagi masyarakat akar rumput bukan hanya akses, tapi juga literasi teknologi.

Tushar mengatakan perkembangan teknologi berbasis suara berpotensi membantu masyarakat yang kesulitan menggunakan layanan digital.

"Sehingga manfaat teknologi dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dengan latar belakang bahasa dan tingkat literasi yang beragam," kata Tushar di Jakarta.

Ia mengungkapkan sekitar 51 persen masyarakat Indonesia sudah memiliki akses ke layanan perbankan. Namun, jumlah masyarakat yang aktif memakai layanan keuangan dalam keseharian masih kurang dari 20 persen. 

Pandangan itu sejalan dengan keyakinan pelaku industri bahwa AI dapat memperluas inklusi keuangan dan membantu lebih banyak masyarakat mengakses peluang ekonomi. Peluang ini bisa mendukung pertumbuhan usaha dan kesejahteraan mereka.

Chief Product Officer Amartha, Avnish Kalhan, mengatakan kelompok masyarakat yang paling butuh akses ke layanan keuangan sering kali memiliki data yang sangat terbatas. Karena itu, teknologi harus dimanfaatkan agar lebih banyak masyarakat bisa dijangkau oleh sistem keuangan formal.

"Banyak pelaku usaha akar rumput sudah memiliki usaha berjalan, tetapi aktivitas ekonomi mereka belum banyak tercatat dalam sistem keuangan formal. Tantangannya bukan hanya mengumpulkan data, tapi membantu mereka agar lebih terlihat dan dapat mengakses layanan keuangan yang sesuai kebutuhan," ujar Avnish.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore