Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 3 Juli 2026 | 03.55 WIB

Artificial Intelligence Tak Cukup Jadi Alat, Perguruan Tinggi Didorong Ciptakan Talenta dan Aturan yang Berpihak pada Manusia

Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence harus memiliki etika dan batas yang jelas. (LogicGate Risk Cloud) - Image

Ilustrasi teknologi Artificial Intelligence harus memiliki etika dan batas yang jelas. (LogicGate Risk Cloud)

JawaPos.com - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong perguruan tinggi mengambil peran lebih besar. Bukan hanya dalam mencetak pengguna teknologi, tetapi juga melahirkan inovator, menyusun kebijakan, serta memastikan AI dimanfaatkan secara etis bagi kepentingan masyarakat.

Pesan tersebut mengemuka dalam peringatan 45 tahun Binus University. Melalui Dewan Guru Besar, perguruan tinggi itu memperkenalkan gagasan strategis AI for Life sebagai arah pengembangan pendidikan tinggi yang menempatkan Artificial Intelligence sebagai teknologi untuk meningkatkan kualitas hidup manusia, bukan menggantikan perannya.

Gagasan tersebut juga menjadi bagian dari persiapan Indonesia menyambut penyelenggaraan QS Higher Ed Summit: Asia Pacific 2026, forum pendidikan tinggi internasional yang akan mempertemukan akademisi, regulator, dan pelaku industri teknologi dari berbagai negara.

Ketua Dewan Guru Besar Binus University, Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., menegaskan, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab memastikan perkembangan AI tetap berorientasi pada kepentingan manusia.

"Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar BINUS ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya," ujar Prof. Harjanto di Tangerang.

AI Bukan Sekadar Dipakai, tetapi Harus Menciptakan Nilai

Konsep AI for Life disusun sebagai peta jalan lintas disiplin ilmu untuk menjawab berbagai tantangan yang muncul seiring meningkatnya adopsi kecerdasan buatan di berbagai sektor.

Pada bidang Teknologi, Engineering, dan IT, tim yang dipimpin Prof. Firdaus Alamsjah, Prof. Widodo Budiharto, dan Prof. Engkos A. Kuncoro menyoroti pentingnya transformasi dari sekadar menjadi pengguna AI menuju pencipta nilai ekonomi dan sosial melalui teknologi tersebut.

Transformasi itu dinilai membutuhkan kesiapan infrastruktur data, perlindungan privasi, penerapan etika AI, hingga pengembangan talenta digital yang mampu bersaing secara global.

Sementara itu, kelompok Bisnis dan Industri Kreatif yang terdiri atas Prof. Harjanto Prabowo, Prof. John Fredy Bobby Saragih, Prof. Mita Purbasari Wahidiyat, dan Prof. Lindrianasari menilai AI dapat menjadi mitra strategis untuk meningkatkan produktivitas dan mempercepat lahirnya inovasi.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore