
Ilustrasi AI jadi investor modal. (Istimewa)
JawaPos.com - Selama lebih dari tiga dekade, industri pasar modal Indonesia terjebak dalam paradigma yang sama, di mana sekuritas berlomba-lomba menyajikan data dan indikator manual mentah.
Investor ritel dibombardir oleh grafik rumit, ringkasan broker, arus dana asing dan laporan keuangan tanpa tahu cara menyatukannya yang selama ini menjadi domain eksklusif dan monopoli para Fund Manager, Equity Analyst, Hedge Fund, dan Smart Money.
Paradigma tersebut didobrak dengan inovasi Artificial Intellengent (AI) atau trading assistant untuk membantu investor menganalisis pasar, mengurangi beban analisis manual, dan mengambil keputusan investasi secara lebih cepat dan objektif.
Menggunakan algoritma matematis kompleks, market intelligence, dan kecerdasan buatan, fitur ini mengeksekusi proses sintesis data untuk menghasilkan kesimpulan investasi yang tajam dengan akurasi dan presisi tinggi.
Menurut President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas (IPOT), Moleonoto The dalam keterangannya, Senin (29/6) bahwa ketika teknologi analytics lain berhenti hanya menjadi tumpukan data, AI IPOT bertindak sebagai AI trading assistant yang mengubah jutaan data pasar menjadi keputusan trading yang lebih tajam, presisi, dan objektif.
"Kami melakukan lompatan besar (outleap) melampaui era trading data manual. Senjata analisis tercanggih yang dulunya hanya diakses oleh institusi raksasa, kini kami serahkan sepenuhnya ke tangan investor ritel Indonesia," ujarnya.
Pertanyaannya kini adalah bagaimana mengintegrasikan data valuasi, fundamental, technical, foreign flow, broker aggressiveness, smart money activity, akumulasi, distribusi, liquidity, hingga perilaku pelaku pasar untuk kemudian menghasilkan sebuah sintesis kesimpulan investasi yang tajam?
Menurut Moleonoto, selama ini jawaban atas pertanyaan tersebut hanya tersedia di meja kerja fund manager dan institutional analyst. Pihaknya mendorong investor ritel agar lebih mudah memahami.
“AI Analytics dan Trade Flow bukan sekadar peluncuran fitur. Ini adalah Democratization of Institutional Intelligence,” ungkapnya.
Ia pun merinci AI Decision Engine IPOT merupakan hasil pengembangan proprietary mathematical algorithms, machine learning, predictive analytics, behavioral finance modeling, serta institutional investment framework yang selama bertahun-tahun digunakan untuk kebutuhan institutional investment analysis.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Daftar Lengkap Korban Tenggelamnya Kapal Virgo Transport 8 yang Berhasil Dievakuasi
Profil Anthony Xie, Suami Audi Marissa yang Digugat Cerai: Beberapa Tahun Berkarier di Taiwan-China
Prediksi Skor Genoa vs Sudtirol di Coppa Italia: Grifone Berburu Gol di Stadio Ferraris
Profil Kanaya Whu: Vokalis MK9 Bentukan Dedi Mulyadi, Meninggal di Usia 35 Tahun
Prediksi Bursa Skor Shamal vs Al Ittihad di Liga Champions Asia, Peluang Tim Tamu Kuasai Tanah Arab
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Espanyol di Liga Spanyol: Misi Berat Emil Audero di Kandang
Prediksi Skor Villarreal vs Real Betis di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Sebut MBG Tak Bermasalah, Sudaryono: Yang Bikin Ramai Guru, Ortu, Wartawan, Hingga LSM
Prediksi Skor Reading vs Brentford di Carabao Cup: The Bees Bakal Sengat Tuan Rumah
Prediksi Skor Torino vs Roma di Liga Italia: Giallorossi Siap Obrak-abrik Markas Il Toro

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022