
Ilustrasi otak manusia. (Dok. pngtree)
JawaPos.com - Teknologi yang memungkinkan otak manusia terhubung langsung dengan perangkat digital diperkirakan akan menjadi bagian dari dunia kerja pada 2050. Prediksi tersebut muncul dalam laporan terbaru bertajuk Work Reimagined: The Office of 2050 yang diterbitkan oleh International Workplace Group (IWG), perusahaan penyedia solusi ruang kerja global yang menaungi merek Regus dan Spaces.
Laporan tersebut mengumpulkan pandangan para profesional sumber daya manusia (SDM) dan pekerja dari berbagai negara mengenai bagaimana perkembangan teknologi akan membentuk lingkungan kerja dalam seperempat abad mendatang.
CEO dan Pendiri International Workplace Group plc, Mark Dixon, menilai percepatan inovasi teknologi saat ini berlangsung pada tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya.
“Teknologi selalu membentuk cara kita bekerja. Perbedaannya saat ini adalah kecepatan di mana perubahan tersebut terjadi. Kemajuan dalam AI mempercepat dunia kerja dengan kecepatan yang saat ini sulit dipahami oleh sebagian besar organisasi dan individu,” kata Mark dalam keterangannya, Senin (8/6).
Hasil survei menunjukkan mayoritas responden memperkirakan transformasi besar akan terjadi di tempat kerja dalam beberapa dekade mendatang. Sebanyak 68 persen pemimpin SDM dan 72 persen pekerja meyakini teknologi kantor akan mengalami perubahan drastis pada 2050. Keyakinan tersebut didorong oleh kemajuan neuroteknologi yang saat ini tengah dikembangkan sejumlah perusahaan, termasuk Synchron dan Neuralink.
Selain itu, sistem berbasis kecerdasan buatan diperkirakan mampu mengambil alih berbagai proses kerja yang rumit, menyesuaikan pengalaman kerja sesuai kebutuhan individu, hingga mempercepat pengambilan keputusan secara signifikan.
AI juga dipandang sebagai teknologi yang akan mengubah sebagian besar pekerjaan kantoran. Sebanyak 71 persen pemimpin SDM dan 73 persen pekerja memperkirakan otomatisasi dan AI akan menjadi bagian penting dari hampir seluruh fungsi pekerjaan. Bahkan, sekitar dua pertiga responden percaya AI nantinya dapat menentukan waktu dan lokasi paling efektif untuk berkolaborasi.
Pemanfaatan AI dalam pelatihan dan pendidikan juga diyakini akan mempercepat proses pembelajaran. Dengan dukungan teknologi tersebut, generasi mendatang diperkirakan dapat menguasai keterampilan baru dalam waktu yang jauh lebih singkat dibandingkan generasi sebelumnya. Efisiensi yang dihasilkan AI dinilai akan memberikan ruang lebih besar bagi manusia untuk berfokus pada kreativitas, inovasi, dan pemecahan masalah.
Seiring perkembangan itu, ritme dunia kerja diprediksi semakin cepat. Sebanyak 74 persen pekerja dan 70 persen pemimpin SDM memperkirakan kecepatan operasional bisnis akan meningkat secara signifikan dalam beberapa dekade ke depan.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022