
CEO Nvidia Jensen Huang menyoroti perkembangan AI yang akan mengubah industri kerja secara bertahap namun mendalam. Foto: (Fortune)
JawaPos.com — Di tengah kekhawatiran global soal gelombang pemutusan hubungan kerja akibat kecerdasan buatan (AI), CEO Jensen Huang justru menyampaikan pandangan berbeda. Dia menilai adopsi AI tidak akan terjadi secara tiba-tiba, tetapi ketika dampaknya mulai terasa, perubahan yang ditimbulkan dapat menggeser struktur pekerjaan secara fundamental—bahkan membuka peluang lahirnya industri baru seperti “busana robot”.
Dalam wawancara dengan podcaster Joe Rogan, Huang menolak narasi lonjakan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara tiba-tiba akibat AI. Namun, bos Nvidia itu juga tidak menampik bahwa teknologi ini akan menggeser struktur pasar tenaga kerja secara signifikan dalam jangka panjang.
Dilansir dari Fortune, Jumat (10/4/2026), Jensen Huang menegaskan bahwa dampak awal AI akan paling terasa pada pekerjaan yang bersifat rutin dan berulang. Menurutnya, tugas-tugas mekanis tanpa unsur analisis akan lebih cepat tergantikan oleh teknologi. “Jika pekerjaan Anda hanya memotong sayuran, maka Cuisinart akan menggantikan Anda,” ujarnya, menegaskan bahwa otomatisasi akan langsung menargetkan tugas yang repetitif dan mekanis.
Sebaliknya, Huang menilai profesi yang menuntut analisis mendalam dan pengambilan keputusan tidak akan mudah tergantikan oleh AI. Dia mencontohkan radiolog, yang perannya tidak berhenti pada membaca hasil pemindaian, melainkan menafsirkan temuan tersebut dalam konteks klinis pasien. “Mempelajari gambar hanyalah bagian dari proses untuk mendiagnosis penyakit,” ujarnya, menekankan pentingnya konteks dan interpretasi manusia.
Meski demikian, Huang mengakui bahwa sebagian pekerjaan tetap akan hilang. Namun, dia tidak menggunakan istilah ekstrem seperti yang disampaikan sejumlah tokoh AI lain, termasuk Geoffrey Hinton dan Dario Amodei, yang sebelumnya memperingatkan potensi pengangguran massal akibat percepatan teknologi AI.
Jensen Huang justru melihat AI tidak hanya menggantikan pekerjaan, tetapi juga menciptakan peluang baru. Dia memperkirakan kebutuhan teknisi untuk membangun dan merawat sistem AI akan meningkat, sekaligus membuka industri baru berbasis personalisasi robot. “Ke depan, akan ada kebutuhan untuk merancang tampilan robot, semacam ‘busana robot’, karena setiap orang ingin robotnya terlihat berbeda,” ujarnya.
Dengan kata lain, diferensiasi identitas dalam ekosistem robotik dapat memicu ekonomi kreatif baru yang berbasis pada personalisasi mesin. Huang menambahkan, “Jadi Anda akan memiliki seluruh industri pakaian untuk robot,” sebuah gambaran yang sebelumnya hanya muncul dalam film fiksi ilmiah.
Sejalan dengan itu, perusahaan teknologi global mulai mempercepat investasi pada pengembangan AI dan robotika. Nvidia, melalui konferensi GTC, menempatkan konsep “AI fisik” sebagai pasar berikutnya yang berpotensi melampaui nilai triliunan dolar, menandai pergeseran dari sekadar perangkat lunak menuju integrasi AI dalam sistem dunia nyata.
Di sisi lain, data empiris menunjukkan skala potensi disrupsi tersebut. Laporan Massachusetts Institute of Technology menyebutkan AI sudah mampu menyelesaikan pekerjaan setara dengan 12 persen pekerjaan di Amerika Serikat, atau sekitar 151 juta pekerja dengan nilai upah lebih dari USD 1 triliun, setara sekitar Rp 17.100 triliun dengan kurs Rp 17.100 per dolar AS.
Namun, Jensen Huang menegaskan peluang kerja baru dari AI tidak akan bertahan lama. Dia menilai setiap jenis pekerjaan yang muncul pada akhirnya akan kembali tergantikan oleh inovasi berikutnya, sehingga perubahan dalam pasar tenaga kerja akan berlangsung terus-menerus.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Rapid Vienna vs Hearts: Tuan Rumah Terancam Tumbang di Liga Konferensi Eropa
Prediksi Skor Viking FK vs Dinamo Zagreb: Purgeri Diprediksi Menang Tipis di Norwegia!
Desta Resmi Hengkang dari Vindes, Perusahaan Berjalan Bersama Vincent Rompies
Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor AEK Athens vs Levski Sofia di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Tuan Rumah Menang!
Prediksi Skor Celta Vigo vs Osasuna di Liga Spanyol 2026/2027: Los Celestes Bakal Raih 3 Poin!
Prediksi Skor Celje vs Slovan Bratislava di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Berujung Penalti?
Prediksi Skor Lyon vs Fenerbahce di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027: Kans Les Gones Menang!
Kiai Ta’in Tebuireng Dipolisikan Jelang Muktamar NU, TAAT Pasang Badan
Prediksi Skor Rapid Wien vs Hearts di Play-off Liga Konferensi Eropa: Tim Tamu Dijagokan Lolos!
