Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 21 Mei 2025 | 01.44 WIB

Indonesia Punya Potensi Investasi Rp 640 Triliun untuk Pengembangan Teknologi Penangkapan dan Penyimpanan Karbon

Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Y. Kristianto Widiwardono. (Humas BSN)  - Image

Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Y. Kristianto Widiwardono. (Humas BSN) 

JawaPos.com - Pemerintah berupaya menurunkan emisi karbon adalah lewat teknologi Carbon Capture and Storage (CCS). Dalam penerapannya di lapangan, teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon membutuhkan metrologi untuk akurasi dan keamanan.

Menurut Indonesia Carbon Capture and Storage Center (ICCSC), Indonesia memiliki potensi investasi senilai USD 38 miliar atau sekitar Rp 640,79 triliun untuk pengembangan teknologi penangkapan dan penyimpanan karbon di wilayah Laut Jawa. Investasi itu direncanakan mulai bergulir pada 2030 depan.

“Metrologi memegang peranan penting dalam mendukung CCS secara menyeluruh," kata Plt. Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) Y. Kristianto Widiwardono pada Selasa (20/5).

Melalui sistem pengukuran yang akurat dan tertelusur, BSN dapat memastikan bahwa setiap ton CO2 yang ditangkap, ditransportasikan, dan disimpan dihitung secara presisi. Kondisi itu memberikan jaminan nilai ekonomi karena data tersebut menjadi dasar perhitungan insentif karbon, perdagangan karbon, hingga pelaporan ke lembaga internasional.

Dia menjelaskan pengukuran yang andal menjadi kunci untuk memastikan bahwa CO2 benar-benar tertangkap dari sumber utama emisi. Seperti industri dan pembangkit listrik berbahan bakar fosil. Selanjutnya, pengukuran laju alur, tekanan, suhu, dan kualitas CO2 selama proses penangkapan, transportasi, serta penyimpanan menjadi kunci. Untuk memastikan efisiensi energi, pengoperasian yang tepat, aman, dan efektif dari seluruh tahapan CCS.

“BSN melalui Deputi Bidang Standar Nasional Satuan Ukuran (SNSU) sebagai Lembaga Metrologi Nasional atau National Metrology Institute (NMI), terus berkontribusi dalam mendukung keberhasilan implementasi CCS," jelas dia, Khususnya melalui penyediaan dan pengembangan bahan acuan sebagai sumber ketertelusuran pengukuran CO2.

Saat ini SNSU BSN telah memiliki kemampuan pengukuran dan kalibrasi untuk CO2 level konsentrasi emisi kendaraan dan cerobong, dan gas rumah kaca. Kemampuan tersebut telah diakui internasional dan tercantum dalam Appendix C Key Comparison and Calibration Database (KCDB) Biro Internasional untuk Ukuran dan Timbangan (BIPM). 

SNSU BSN juga telah menyediakan Bahan Acuan Bersertifikat (Certified Reference Material- CRM) IDNRM-MG-1 CO2 untuk level konsentrasi emisi kendaraan dan cerobong. Serta pemberian nilai acuan pada sampel Uji Profisiensi CO2 level tersebut dalam upaya mendiseminasikan ketertelusuran pengukuran CO2. (wan) 

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore