Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 18 Oktober 2022 | 16.17 WIB

Pasar PC Lesu, Rencana PHK Massal Mengemuka di Intel

ILUSTRASI: Intel dilaporkan bakal melakukan PHK besar-besaran akibat permintaan PC terus menurun. (Engadget) - Image

ILUSTRASI: Intel dilaporkan bakal melakukan PHK besar-besaran akibat permintaan PC terus menurun. (Engadget)

JawaPos.com - Intel, perusahaan teknologi yang berpusat di Amerika Serikat (AS) menghadapi tantangan berat dalam menjalani bisnisnya. Pascapandemi dan gelombang ekonomi global memaksa mereka membuat pilihan rencana berat. Yakni, memangkas karyawannya. Diperkirakan mencapai ribuan orang.

Seperti dilaporkan Nikkei, pascapandemi covid-19 permintaan perangkat komputer atau PC saat ini dikabarkan lesu. Ditambah pula tekanan inflasi akhir tahun ini. Hal itu memaksa Intel menaikkan harga prosesor dan chip lainnya. Langkah itu ternyata bukan satu-satunya langkah yang dilakukan Intel untuk mengatasi pasar PC yang terus menurun.

Dilansir Bloomberg, kabar terburuk dari upaya Intel dalam upaya mengatasi krisis, yakni melakukan efisiensi. Intel dikabarkan berencana memangkas ribuan pekerja. Rencana itu akan diumumkan dalam waktu dekat.

Chief Executive Officer Pat Gelsinger mengatakan pihaknya melihat progres pendapatan untuk kuartal kedua tahun ini. Hasil itu akan menjadi dasar untuk mengambil keputusan.

Dilansir via Engadget, Analis Bloomberg Intelligence Mandeep Singh mengatakan, pemutusan hubungan kerja (PHK) dapat mengurangi biaya yang dikeluarkan Intel untuk menjaga perusahaan tetap berjalan sekitar 10 hingga 15 persen. Biaya itu mencapai USD 25 hingga USD 30 miliar.

Mobileye, perusahaan teknologi self-driving yang telah dibeli Intel senilai USD 15,3 miliar pada 2017, baru-baru ini mengajukan Initial Public Offering atau IPO. Intel bermaksud untuk menyimpan sebagian besar dari apa yang diperolehnya dari IPO untuk dirinya sendiri dan untuk membantu membiayai pabrik chip yang akan dibangun.

Namun proyeksi pendapatan dari penawaran tersebut mungkin tidak cukup untuk mencegah terjadinya PHK massal. Hal itu akan berdampak pada berbagai divisi di dalam perusahaan. Kelompok-kelompok tertentu, seperti departemen penjualan dan pemasaran bakal berkurang 20 persen.

Selama setahun terakhir, Intel juga diketahui mengambil langkah-langkah untuk mencapai tujuannya memperluas bisnis fabrikasi chip-nya. Untuk memuluskan rencananya itu, Intel mesti mengalokasikan USD 20 miliar untuk membangun fasilitas pembuatan chip besar-besaran di Ohio.

Intel juga membeli Tower Semiconductor, pembuat chip yang melayani klien di seluruh industri, seharga USD 5,4 miliar. Tampaknya tidak ada indikasi bahwa rencana ekspansi tersebut berubah. Dalam Bloomberg, Intel berupaya mengejar tujuan yang ditetapkan sebagai perusahaan yang lebih ramping.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore