Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 12 Juni 2022 | 01.20 WIB

Layanan Internet Starlink Milik Elon Musk Beroperasi di Indonesia

Foto: Ilustrasi: Starlink, layanan internet berbasis satellit milik Elon Musk. (Space). - Image

Foto: Ilustrasi: Starlink, layanan internet berbasis satellit milik Elon Musk. (Space).

JawaPos.com - Elon Musk, triliuner asal Amerika Serikat (AS) memang diketahui memiliki lini bisnis yang luas. Selain Tesla dan SpaceX, Musk juga memiliki Starlink, layanan internet berbasis satellit.

Kabar terbaru soal Starlink, layanan milik Musk ini dikabarkan segera beroperasi di Indonesia. Hal ini setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menyatakan pihaknya telah memberikan Hak Labuh Satelit Khusus Non Geostationer (NGSO) pada PT Telkom Satelit Indonesia (Telkomsat) sebagai pengguna korporat backhaul dalam penyelenggaraan jaringan tetap tertutup satelit Starlink.

Disampaikan Menkominfo Johnny G. Plate, layanan yang diberikan Starlink bukan akses internet pelanggan secara langsung atau tidak bisa dipakai publik secara umum melainkan layanan backhaul untuk keperluan Telkom Group.

"Hak Labuh Khusus NGSO tersebut harus memenuhi syarat syarat yang ditetapkan oleh UU termasuk Hak Resiprokal dan akan dievaluasi setiap tahun. Starlink baru bisa beroperasi jika gateway station telah dibangun oleh Telkomsat," jelas Johnny melalui keterangan resminya.

Gateway station tersebut juga akan sepenuhnya merupakan investasi dan milik Telkomsat. Karenanya, Johnny menuturkan, tanpa gateway station Telkomsat, Starlink tidak bisa berfungsi untuk melayani backhaul Telkomsat.

"Hak Labuh tersebut juga bersifat ekslusif, hanya untuk Telkomsat bagi layanan kebutuhan backhaul Telkom Group," tandas Johnny.

Sebagai informasi, Starlink memang telah melebarkan sayapnya ke Asia Tenggara dalam beberapa waktu ini. Sebelumnya ada Filipina yang memberikan izin dari layanan di bawah SpaceX itu negara tersebut.

Untuk Elon Musk sendiri, pemerintah Indonesia bukan kali pertama membuka keran kerja sama dengan perusahaan milik Musk. Tidak hanya Starlink, perusahaan antariksa SpaceX milik Musk juga dipakai untuk meluncurkan satelit.

Kemenkominfo bakal mengirim tujuh satelit cadangan untuk memperkuat layanan komunikasi di wilayah 3T (tertinggal, terdepan dan terluar), menggunakan roket peluncuran SpaceX, Falcon 9.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore