Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 April 2022 | 19.48 WIB

ASO Diberlakukan, Hanya Jenis Televisi Ini yang Ada di Pasaran

Ilustrasi: Platform instant messaging, WhatsApp. (Gearrice). - Image

Ilustrasi: Platform instant messaging, WhatsApp. (Gearrice).

JawaPos.com - Pemerintah bersama penyelenggara multiplexing makin mantap untuk mengeksekusi ASO atau Analog Switch Off. Yakni proses TV analog akan dimatikan dan sepenuhnya diganti oleh TV digital.

Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) memastikan bahwa proses penghentian siaran TV analog dan beralih ke TV digital tidak akan menimbulkan kegaduhan.

Adapun ASO atau migrasi TV analog ke digital ini akan mulai dilakukan pada 30 April yang ditargetkan rampung secara keseluruhan pada 2 November 2022. "Pelaksanaan akan dijalankan secara hati-hati, sehingga masyarakat tetap dapat menikmati siaran sampai dengan diselesaikan siaran analog nanti," ujar Plt Dirjen PPI Kementerian Kominfo, Ismail, di Jakarta.

Ismail melanjutkan, Kemenkominfo dan penyelenggara multiplexing berkomitmen menjalankan ASO sesuai yang diamanatkan pada Undang-Undang Cipta Kerja, dimana penghentian siaran TV analog harus selesai 2 November 2022.

Selama proses suntik mati TV analog yang dilakukan secara bertahap, Kemenkominfo dan penyelenggara multiplexing tidak akan mengorbankan masyarakat dalam menikmati siaran televisi. Nanti, setelah proses ASO rampung, Ismail menegaskan kalau seluruh perangkat TV yang akan dijual di pasaran adalah TV yang sudah mendukung siaran digital sepenuhnya.

"Seluruh perangkat TV sekarang yang dijual di pasar hanya bisa yang menangkap siaran televisi digital," lanjut Ismail.

Selain itu, dia menjelaskan masyarakat juga perlu mengecek saat membeli TV apakah sudah bisa menangkap siaran digital atau belum. Kemenkominfo juga dikatakan sudah mendiskusikan dengan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terkait ketersediaan STB di lapangan.

Ismail menerangkan kalau seluruh produsen STB juga sudah menyiapkan diri. Selain itu, dia menjelaskan STB dapat dibeli baik secara offline dan juga di toko online. Produksi perangkat juga dipastikan dalam jumlah cukup besar dan tidak akan menjadi langka di pasaran.

"Pembelian STB tidak hanya offline bisa secara online. Produksi cukup banyak cukup besar produksi besar dari laporan para produsen STB. Insya Allah mencukupi. Tapi jangan menuju titik bersamaan, makanya dari sekarang silahkan dibeli perangkat (STB-nya)," tandas Ismail.

Program ASO sendiri akan dilakukan selama tiga tahap yakni tahap satu pada 30 April 2022, tahap dua pada 25 Agustus 2022 dan tahap tiga dan terakhir pada 2 November 2022 mendatang.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore