
Photo
JawaPos.com - Schneider Electric mengenalkan solusi penyimpanan berbasis awan atau hybrid cloud baru untuk pelanggan di Indonesia. Dia adalah EcoStruxure IT yang diklaim memungkinkan konsolidasi data dari berbagai aset infrastruktur data center dan memberikan analisa prediktif dan proaktif secara real-time.
Schneider Electric sendiri sebelumnya dikenal sebagai penyedia solusi pengelolaan energi dan otomatisasi. Country Presiden Schneider Electric Indonesia Xavier Denoly mengatakan, lonjakan big data dan konsumsi energi akan semakin besar dan mendorong kebutuhan strategi pengelolaan yang tepat sasaran. Hal ini berdampak langsung pada efisiensi biaya dan peningkatan produktivitas.
"Hybrid Cloud memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan data yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas dan anggaran perusahaan," katanya saat acara Schneider Electric Innovation Day di Jakarta, Kamis (4/4).
Lebih jauh, dia menerangkan, saat ini industri tengah menghadapi gelombang internet of things (IoT). IoT ini tidak hanya menghubungkan antarmanusia, namun juga manusia dengan perangkat atau mesin dan perangkat dengan perangkat.
"Diperkirakan 5 miliar orang akan terkoneksi dengan 30-50 miliar benda dan mesin, atau secara tidak langsung dapat dikatakan 10 kali lebih banyak perangkat yang terhubung secara bertahap daripada orang yang terhubung pada tahun 2020. Lonjakan big data dan konsumsi energi akan semakin besar dan dibutuhkan strategi pengelolaan yang dapat mengubah data menjadi informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan bisnis yang tepat," terangnya.
Pada kesempatan yang sama, Vice President of Secure Power Division Schneider Electric Indonesia Yana Achmad Haikal menyebut, tantangan selanjutnya setelah mengenali kebutuhan pengelolaan data, perusahaan perlu memastikan ketahanan dan keberlangsungan operasional di dalam ekosistem data center yang semakin kompleks. Hal ini bisa dilakukan dengan strategi pengelolaan energi yang lebih andal dan efisien dalam satu platform.
"Kegiatan operasional data center membutuhkan pemantauan 24 jam/7 hari mulai dari pasokan listrik, pengaturan suhu dan kelembaban udara, hingga identifikasi potensi kerusakan perangkat. Dengan EcoStruxure IT dari Schneider Electric, arsitektur terbuka berbasis loT untuk manajemen data center, perusahaan dapat mengoptimalkan kinerja infrastruktur dan mengurangi risiko," paparnya.
Sebagai informasi, Platform EcoStruxure IT dari Schneider Electric diklaim memanfaatkan teknologi artificial intelligence dan machine learning. Dengan demikian, EcoStruxure IT dikatakan memungkinkan konsolidasi data dari berbagai aset infrastruktur data center di pusat cloud dan memberikan analisa prediktif dan proaktif untuk pengambilan keputusan secara real-time.
Informasi dapat diakses dari jarak jauh melalui telepon genggam maupun PC, sehingga dapat dilakukan pengambilan keputusan secara real-time dan meningkatkan produktivitas staf TI.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
