Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 28 September 2017 | 00.26 WIB

Mesin Pemulung: Masukkan Botol Bekas, Pencet, Keluar Uang

GANTIKAN PEMULUNG: Lau Hong Eng memasukkan kaleng bekas ke mesin khusus yang akan mengeluarkan uang atau voucher makanan. - Image

GANTIKAN PEMULUNG: Lau Hong Eng memasukkan kaleng bekas ke mesin khusus yang akan mengeluarkan uang atau voucher makanan.

JawaPos.com – Lumrahnya, mesin jual otomatis alias vending machine menelan uang dan mengeluarkan minuman atau makanan kemasan. Tetapi, mesin yang beroperasi di Admiralty Place, pusat perbelanjaan di seberang Stasiun MRT Admiralty, itu berbeda.


Mesin tersebut justru mengeluarkan uang atau kupon belanja. Sebaliknya, yang ditelan adalah botol plastik bekas air minum dan kaleng.


”Fungsi mesin jual otomatis ini berkebalikan dengan yang biasanya ada di pasaran.” Demikian kalimat promotif Incon Green Singapore, distributor mesin jual otomatis penelan botol plastik dan kaleng bekas tersebut.


Saat ini hanya ada satu mesin yang beroperasi di Admiralty. Tetapi, dalam waktu lima tahun ke depan, jumlah mesin unik itu bakal menjadi 500 di seluruh negeri.


”Ide pokok kami adalah mempermudah masyarakat yang peduli lingkungan untuk mendaur ulang sampah mereka. Sebagai bentuk apresiasi, mesin kami mengeluarkan uang atau kupon belanja yang bisa digunakan untuk membeli minuman atau makanan,” jelas Jack Lee, managing director Incon Green Singapore.


Lokasi yang diincar untuk menempatkan mesin-mesin "pemulung" tersebut adalah pusat perbelanjaan, sekolah, dan kantor.


Demi mewujudkan rencananya, Incon Green Singapore menggandeng sekitar 25 organisasi. Termasuk Singapore Sports School dan Singapore Zoo. Nanti mereka dijadikan mitra yang mengurusi mesin itu.


Untuk setiap 1 kilogram plastik botol yang mengandung PET (polyethylene terephthalate), mesin otomatis tersebut mengeluarkan uang 5 sen. Sementara itu, harga untuk kaleng lebih mahal, yakni sekitar 15 sen.


Sebenarnya, sebelum mesin milik Incon tersebut, pernah ada tiga mesin penelan botol dan kaleng bekas di tiga gerai supermarket NTUC FairPrice. Sayangnya, tiga mesin yang sempat menjadi sorotan pada 2009 itu kini sudah tidak ada lagi.


Kabarnya, tiga mesin tersebut jarang dipakai, kemudian jadi rusak. Selain itu, pernah ada satu mesin serupa di pelataran bioskop milik Wah & Hua. Tetapi, mesin tersebut dirusak orang. (*)

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore