
Ilustrasi AI. (pixabay)
JawaPos.com - Kecerdasan buatan atau AI mampu mengubah cara bisnis beroperasi secara fundamental. Namun, untuk mewujudkan janji tersebut, bisa dilakukan jika perusahaan memiliki teknologi dan keahlian untuk mengelola, mengatur dan menghubungkan data secara real-time dengan benar.
Bahkan, menurut perspektif Internet Data Corporation (IDC), agar organisasi dapat sepenuhnya menyadari potensi kecerdasan buatan, mereka harus terlebih dahulu memastikan bahwa mereka memiliki data yang ‘siap untuk AI’.
Kesiapan ini bukan semata-mata tentang mengadopsi perangkat AI, tetapi lebih kepada membangun infrastruktur, proses dan budaya dasar yang diperlukan untuk mendukung inisiatif AI dalam skala besar.
Dalam hal ini, pelopor data streaming, Confluent, mengumumkan investasi senilai USD 200 juta untuk tiga tahun ke depan demi mendorong pertumbuhan, jangkauan, dan dampak ekosistem mitra global. Komitmen ini memperluas mitra untuk menjadikan data streaming sebagai bagian dari strategi bisnis sekaligus membuka aliran pendapatan dan use cases baru.
Tak hanya itu, dengan ini, Confluent juga bisa membantu pelanggan menavigasi dunia yang semakin real-time dan digerakkan oleh AI. Tentu hal ini hanya bisa dilakukan dengan ekosistem mitra global yang kuat, yang mencakup penyedia layanan cloud, vendor perangkat lunak independen, integrator sistem dan penyedia layanan terkelola.
Hal ini dibangun di atas momentum mitra yang dibangun selama setahun terakhir, mulai dari kolaborasi yang baru saja diperluas dengan Infosys dan aliansi strategis dengan EY, Databricks, dan Jio Platforms hingga kemitraan Program OEM dengan sccc by stc dan investasi yang ditargetkan di integrator sistem regional Onibex dan Psyncopate.
“Kami memiliki misi untuk mendorong kepercayaan dan transparansi dalam blockchain dan hal ini hanya dapat dicapai dengan akses yang cepat dan mudah ke data yang dapat diandalkan secara real-time,” ujar Ethan Chan, CEO dan Co-Founder Allium di Jakarta, Selasa (5/8).
"Dengan teknologi dan keahlian yang disediakan oleh Confluent dan para mitranya, kami telah membangun tulang punggung data berkinerja tinggi yang memungkinkan kami untuk berkembang dengan cepat dan memberikan wawasan blockchain yang terpercaya kepada lebih banyak pelanggan dengan lebih cepat," imbuhnya.
Program mitra Confluent sendiri berbeda lantaran mengedepankan kolaborasi yang mendalam. Data streaming adalah tentang menyatukan data di setiap sudut bisnis secara real time, dan ekosistem mitra sangat penting untuk mewujudkannya.
Ekosistem dinamis yang terdiri atas integrator sistem, penyedia cloud, dan mitra teknologi membantu organisasi memodernisasi, berinovasi, dan berkembang secara real time.
Di sisi lain, data streaming adalah sumber kehidupan AI dan pondasi kuat untuk gelombang aplikasi transformatif berikutnya. Peluang yang ada pada data streaming sangatlah besar dan perusahaan percaya bahwa hal ini akan ditentukan oleh mereka yang dapat bergerak dan membangun bersama.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
