
Sujiwo Tejo
LALAT yang hinggap di surai Sastro tak kunjung kabur. Entah sudah berapa kali dikibas-kibaskan surai hitam dengan highlight kecokelatan karismatis raja singa itu. Tetap saja lalat tersebut anteng. Malah menyeruak dari dalam muncul ke surai terluar. Penampakannya makin jelas. Seolah lalat kehijauan itu ingin menepuk dadanya, ”Ini, lho, aku!!! Kecil-kecil begini, dikibas-kibaskan bagaimanapun, ’ku masih bertengger di mahkota rajamu!”
Gajah menyemprot lalat keparat itu dengan belalainya. Tak berhasil. Hasil sampingannya malah sang raja singa surainya basah kuyup. Persis orang keramas di air terjun.
”Saksikan. Aku tak akan pergi sebelum raja kalian merestui tuntutanku,” seru lalat jantan itu pada akhirnya sembari menggetarkan sayap penyeimbang maupun sayap terbangnya. Seolah orgasme di atas lalat betina yang pasrah merentang sayap.
Tuntutannya menikahi lalat biru rimba raya yang selama beberapa pekan berseliweran di istana raja singa. Bagaimana bisa lalat keparat itu bercita-cita mustahil? Mustahilnya, hampir seisi hutan curiga bahwa lalat kehijauan ini bukan lalat biasa.
”Dia lalat mata-mata,” ujar banteng. Pernah denyar-kejut kulit punggungnya tak sanggup menghardik lalat itu. Sementara lalat-lalat lain langsung berhamburan karenanya.
”Dia lalat drone,” bisik antelop kepada rusa, yang diteruskan menjadi bisikan rusa kepada badak. ”Kabarnya, lalat itu pernah terbang di gua-gua di Afghanistan, di kemah-kemah di Syria. Kerja sandinya menguping rapat-rapat rahasia para pemberontak di sana,” sas-sus bekicot menanggapi selentingan badak.
Hampir seluruh hewan nonunggas memiliki kabar burung tersendiri tentang lalat tersebut. Walau tak ada satu pun yang memiliki buktinya. Cara paling aman adalah menghalaunya. Tapi, memulangkan serangga bermata majemuk yang ini tak semudah mengagumi kibasan surai raja singa.
”Ya sudah! Ya sudah! Kalau begini, aku akan ngaku saja.” Lalat itu melayangkan diri ke lantai seolah bersujud kepada semua. ”Kuakui, aku memang lalat mata-mata. Puas? Puas?”
Koala hampir terjatuh mendengar pembukaan kedok itu. Kawanan siamang cuma saling menjawil. Kaki seribu menggulung badannya seperti irisan telur dadar hitam.
”Kalau dengan pengakuan ini kalian mau membunuhku, monggo. Mending aku mati saja daripada tidak bisa bersanding dengan lalat biru untuk mengarungi bahtera rumah tangga,” lalat jantan itu terisak-isak.
”Aku dikirim kemari untuk mencatat, apakah banyak keputusan raja yang salah ketik. Ternyata tak ada. Salah ucap pun tak ada. Yang ada hanya salah aum...”
Blug!!! Sekarang koala itu terjatuh sudah.
”Aku dikirim kemari juga untuk mencatat, apakah banyak pasangan yang bunuh diri setelah menyadari bahwa dia dicintai bukan karena ketulusan pasangannya, tapi dicintai karena undang-undang negara mewajibkan untuk mencintai pasangan.”
”Aku dikirim kemari juga untuk mencatat, apakah di rimba raya ini banyak banteng kaya yang menikahi banteng miskin untuk menyempitkan jurang kaya-miskin. Apakah banyak kijang melarat yang dinikahi kijang tajir. Bekicot miliuner dan bekicot receh, banyakkah yang melakukan pernikahan untuk mengentaskan kemiskinan bekicot ecek-ecek itu?”
”Kesimpulanku akan mengagetkan pengirimku. Ia akan belajar banyak. Tapi aku tak mau pulang. Aku akan tinggal di rimba ini saja. Memadu asmara dengan lalat biru betina.”
Malamnya, di peraduan, Ratu Singa Jendro memastikan kepada suaminya, ”Betulkah lalat biru itu adalah lalat drone hasil rekayasanya bersama Menteri Informasi Rimba Raya Kancil?”
”Hmmm ...Diajeng. Haruskah soal-soal kenegaraan sampai mengintervensi urusan ranjang kita di alam privat yang intim dan seberdua ini?” (*)
BUDIONO/JAWA POS
*) Sujiwo Tejo tinggal di Twitter @sudjiwotedjo dan Instagram @president_jancukers

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
