
Sujiwo Tejo
IBU mertua Jendrowati belum genap 60 tahun usianya, tapi sudah mulai pikun. Sehabis pengumuman SBM PTN kemarin, Jendro telepon ibu mertuanya itu. Ngasih kabar gembira. Cucunya diterima di psikologi. Eh, si ibu mertua alih-alih meluap-luap. Perempuan pikun namun masih berpostur muda itu malah berkali-kali memastikan, ”Ini Jendro? Jendro siapa, ya?”
”Jendro istri Mas Sastro, putramu, Bu.”
”Oooo…Sastro, anak bungsuku. Istrinya namanya Jendro?”
”Iya, Bu. Nah, sayalah Jendro itu, Bu.”
”Hah? Apa Sastro sudah beristri?”
Ah, malas berdebat kusir, keesokan harinya Jendrowati sowan ke rumah ibu mertuanya untuk unjuk muka. Prinsip Jendro: orang bisa lupa nama, tapi selalu ingat wajah. Jikapun lupa wajahnya, Jendro masih bisa mengelus-elus tangan ibu mertuanya itu. Prinsip Jendro: orang bisa lupa nama dan wajah, tapi ingat rasanya. Begitulah pesan penting dengan referensi tulisan di bak-bak truk.
Hmmm ….
Lagi pula, setelah Jendro pikir-pikir, buat apa dia berlarut-larut menyelenggarakan debat kusir di telepon dengan ibu mertuanya. Urusan debat kusir biarlah diselenggarakan oleh para ahli. Ekonom, pengacara, pakar pendidikan, dan lain-lain. Sebaiknya ia cuma melakoni hidup saja, termasuk melakoni naik bus kota sowan ke rumah ibu mertuanya.
Sore itu, tak ada perbedaan mencolok di halaman depan rumah ibu mertuanya dibanding saat Jendro bertandang ke sana Lebaran lalu. Daun-daun kering berserakan di sana sini. Sama saja. Cuma belimbing wuluh yang pada Lebaran lalu buahnya lebat kini tinggal satu-dua. Itu pun warnanya tak membuat air liur kemecer.
Photo
Perempuan 60-an tahun dengan postur tubuh masih muda itu menyambut Jendro di ambang pintu ruang tamu. ”Silakan masuk,” sambutnya formal. ”Mau ketemu saya atau suami saya?”
”Aduh, Bu. Saya ini Jendro…Jendro-Jendro...” Untuk memperjelas wajahnya, Jendro mendekatkan wajahnya ke semburat cahaya matahari sore dari celah-celah jendela. Usaha ini sia-sia.
Lalu? Ingat referensi tulisan di bak-bak truk, Jendro mulai mengelus-elus tangan ibu mertuanya. Tak hanya itu, ia pun mulai memijat-mijat tengkuk ibu mertuanya. Ah, tak hanya itu, ia pun beranjak ke dapur, membikinkan teh ibu mertuanya. Lupa nama dan wajah okelah. Tapi, bagi Jendro, mustahil perempuan ini akan lupa rasa elusan tangan, lupa rasa pijatan di tengkuk, lupa rasa teh seduhannya.
Eh, semprul, tetap lupa lho mertua itu ke Jendro.
Di hari pertemuan Pak Jokowi-Pak Prabowo, pengalaman merana Jendro itu diceritakannya ke para teman.
”Masak, sih, Jen? Mertuamu belum pikun, kok,” respons sahabatnya yang satu. ”Hari itu anakku takut lihat pengumuman SBM PTN. Berserah ke bapaknya. Bapaknya juga takut. Berserah ke aku. Aku juga takut…Ya sudah aku minta tolong tetanggaku, ya ibu mertuamu itu. Beliau yang lihat pengumuman. Anakku diterima di psikologi juga. Beliau malah sempat bercanda ’inilah gunanya tetangga’…”
”Masak, sih, Jen?” seru sahabatnya yang lain. ”Kapan hari itu beliau masih bisa membedakan mana bau mawar dan mana bau ikan asin. Dan, jangankan namaku, nama burung beoku pun beliau masih ingat, kok.”
Begitu juga tanggapan teman-teman Jendro lainnya. Kesimpulan Jendro, ibu mertuanya belum pikun. Ia masih ingat semua isi dunia ini dari nama burung beo hingga bau ikan asin, kecuali dirinya. Dan setelah Jendro ingat-ingat, pikun eksklusifnya ibu mertua itu terjadi setelah debat kusir dengan dirinya tentang perlu tidaknya pendidikan agama di sekolah-sekolah dan tentang rencana pembolehan poligami di suatu daerah.
*) Sujiwo Tejo tinggal di twitter @sudjiwotedjo dan Instagram @president_jancukers

Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
21 Rekomendasi Tempat Makan Dekat Stasiun Bandung, Kuliner Terbaik yang Cocok Saat Lagi Transit
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Pemkot Surabaya Buka Suara Terkait Rencana Penertiban Pasar Koblen
20 Tempat Makan Paling Recommended di Semarang, Banyak Pilihan Menu Kuliner yang Memanjakan Lidah
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
