Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 30 Mei 2020 | 22.09 WIB

Jatim Bentuk 549 Kampung Tangguh

APRESIASI DARI KAPOLDA: AKBP Kusworo Wibowo (dua dari kiri), Letkol Inf Budi Handoko (tiga dari kiri), Irjen Muhammad Fadil Imran (empat dari kiri), dan Sambari Halim Radianto (kanan) memebrikan keterangna pers di Kampung Tangguh Semeru di Desa Cerme Kidu - Image

APRESIASI DARI KAPOLDA: AKBP Kusworo Wibowo (dua dari kiri), Letkol Inf Budi Handoko (tiga dari kiri), Irjen Muhammad Fadil Imran (empat dari kiri), dan Sambari Halim Radianto (kanan) memebrikan keterangna pers di Kampung Tangguh Semeru di Desa Cerme Kidu

JawaPos.com - Kapolda Jatim Irjen Pol Muhammad Fadil Imran berkunjung ke salah satu kampung tangguh di Gresik Kamis malam (28/5). Tepatnya di Desa Cerme Kidul, Kecamatan Cerme. Selama 60 menit, jenderal dua bintang itu berada di kampung yang selama ini menorehkan banyak prestasi bidang kebersihan lingkungan itu.

Sebelum masuk kampung tangguh itu, Fadil harus menjalani protokol kesehatan pencegahan persebaran Covid-19. Mulai cuci tangan, pengecekan suhu badan, hingga mengisi biodata di pos jaga. Dia didampingi Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo, Bupati Sambari Halim Radianto, Dandim 0817/Gresik Letkol Inf Budi Handoko, dan petinggi Gresik lain.

Saat berada di kampung tangguh itu, Fadil melihat sejumlah layanan dan fasilitas. Ada dapur umum, ruang pemeriksaan kesehatan, hingga lumbung logistik. Fadil juga mengobrol akrab dengan para relawan kampung tersebut. Dia memberikan apresiasi dengan pembentukan kampung tangguh. Dia berharap kampung tangguh menjadi salah satu kunci sukses untuk mencegah dan menekan persebaran Covid-19. Warga saling peduli, berbagi, dan bergotong royong.

Hingga kemarin, jumlah kampung tangguh di setiap wilayah polres di Jatim bervariasi. Mulai 6 hingga 50-an. ”Kalau di Jatim saat ini sudah ada 549 kampung tangguh,” ujarnya. Tentu akan sangat positif kalau kampung tangguh terus direplikasi sesuai dengan kearifan lokal setempat. Yang jelas, program tersebut menekankan agar masyarakat bersinergi dalam mencegah persebaran Covid-19 secara mandiri. Dengan demikian, pandemi bisa segera berakhir.

Menyinggung soal penanganan Covid-19 di Gresik, Kapolda memberikan pujian tersendiri. ”Alhamdulillah, secara grafik epidemiologi, Kabupaten Gresik termasuk yang landai dari hasil evaluasi, 60 persen tingkat penyebaran tertinggi masih di Kota Surabaya,” kata mantan direktur tindak pidana siber Mabes Polri itu.

Tentang rencana penerapan tatanan baru (new normal), Fadil menyebut gubernur Jatim sudah menyampaikan upaya yang akan dilakukan. Yang pasti, nanti ada masa transisi dan perlu sosialisasi masif kepada masyarakat. ”Sebelum menuju ke fase new normal, kami akan memberikan pemahaman ke masyarakat,’’ katanya.

Sementara itu, Kusworo mengatakan, ada tiga kampung tangguh yang jadi role model dari ratusan desa di 18 kecamatan. Saat ini ada 54 desa yang siap dijadikan kampung tangguh. ”Pemilihan kampung tangguh didasari atas kesadaran masyarakat,’’ ujarnya. Di kampung tangguh, lanjut Kusworo, warga saling mengingatkan untuk tidak berkerumun. Di setiap sudut jalan atau jarak tiga rumah ada westafel plus sabun cuci tangan. Ada lumbung pangan, divisi kesehatan, hingga divisi pemakaman untuk membantu tim medis kalau kekurangan petugas.

Sementara itu, pemerintah pusat mengirim dua petinggi TNI dan Polri untuk menginventarisasi masalah Covid-19 di Jawa Timur. Mereka adalah Kepala Badan Pemeliharaan Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol Agus Andrianto dan Panglima Komando Gabungan Wilayah (Pangkogabwilhan) II Marsda TNI Imran Baidirus. Keduanya sudah melihat langsung penanganan Covid-19 di Jawa Timur.

Pangkogabwilhan II Marsda TNI Imran Baidirus mengatakan, hasil inventarisasi akan dibawa ke pusat. TNI bersama Polri segera membahas kebutuhan penanganan Covid-19 di Jawa Timur. Misalnya, kebutuhan dokter, perawat, serta personel yang bergerak bidang kesehatan. ”Koordinasi itu untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujarnya.

Terkait personel di lapangan, Marsda TNI Imran mengatakan tidak ada penambahan. Aparat TNI di Jawa Timur sangat cukup. Semua bergerak bersama anggota Polda Jatim. Dia juga mengungkapkan, keterlibatan TNI dan Polri tidak bermaksud menggantikan peran aparat sipil. Pelaksanaan di lapangan tetap dilakukan secara bersama-sama.

Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto menambahkan, target mewujudkan kedisplinan masyarakat harus tercapai. Kurva jumlah kasus di Jawa Timur tinggi. Paling banyak di Surabaya. ”Instruksi presiden, menekan pertambahan kasus hingga pada titik normal,” tegasnya. Dia juga menegaskan, anggota polisi di Jawa Timur sudah cukup. Semua telah bergerak. Polri akan menindaklanjuti langkah berikutnya setelah berkoordinasi dengan TNI.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menegaskan, semua pihak terus bersinergi untuk menekan jumlah kasus pasien positif. Dia juga menyinggung masalah new normal untuk wilayah Jawa Timur. WHO menyatakan bahwa new normal bisa diterapkan apabila kasus mengalami penurunan lebih dari 50 persen dalam dua pekan. ”Jawa Timur harus bisa memenuhi syarat itu sebelum masuk new normal,” ujarnya.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=Uxh0nLPHfPU

 

https://www.youtube.com/watch?v=sFq5tvkqpsI

 

https://www.youtube.com/watch?v=rBmdbdMsal8

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore