Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 30 Agustus 2019 | 00.23 WIB

Pemprov Jatim Gagas Rumah Potong Hewan Halal

TERAWAT: Kondisi sapi-sapi di RPH Pegirian kemarin (17/7). Secara bertahap, RPH mulai menyiapkan kebutuhan sapi untuk kurban. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

TERAWAT: Kondisi sapi-sapi di RPH Pegirian kemarin (17/7). Secara bertahap, RPH mulai menyiapkan kebutuhan sapi untuk kurban. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com - Pemprov Jatim bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berencana mengembangkan mata rantai halal di Jawa Timur. Khususnya untuk ternak ayam, unggas, dan sapi. Rencananya, ada proses penyembelihan atau pemotongan hewan secara halal dan tayib.

Pembahasan terkait hal itu dilakukan kemarin (28/8). Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi. Hadir pula asisten bidang perekonomian dan pembangunan Provinsi Jawa Timur bersama kepala dinas perdagangan Jatim serta kepala dinas peternakan Jatim.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jawa Timur Wahid Wahyudi mengungkapkan, rencana gagasan untuk rumah potong hewan (RPH) syariah itu direalisasikan di Kota Malang. Khususnya di Pasar Besar. ’’Tapi, akan kita lihat dulu apakah mencukupi atau tidak, memenuhi kriteria atau tidak,’’ katanya.

Nanti RPH syariah mengusung teknik penyembelihan hewan yang baik, halal, dan tayib. Sebab, teknik penyembelihan akan berpengaruh terhadap kualitas daging. Termasuk cara meniriskan daging sehingga darah bisa keluar. Apalagi, saat ini masih dijumpai penyimpangan dalam penyembelihan hewan. Misalnya, sapi gelonggongan. ’’Apakah nanti dibuat RPH baru ataukah pengembangan, sedang dilihat,’’ ujarnya.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, penyembelihan hewan secara halal, tayib, dan bersih itu memang menjadi tujuan bersama. Langkah tersebut dilakukan sebagai pengembangan ekonomi syariah di Jatim.

Terkait lokasi di Malang, ujar dia, survei akan dilakukan. Untuk tahap awal, Malang memang dipilih dengan pertimbangan sebagai kota yang kreatif. Juga ada halal center di Universitas Brawijaya (UB) sehingga para akademisi di sana bisa diajak bekerja sama.

Jika pilot project itu berhasil dan standardisasi bisa dilakukan, ujar dia, pengembangan juga akan dilakukan di tempat lain. Terutama di tempat pemotongan hewan di pasar tradisional. Nah, jika sudah terstandar, kebutuhan masyarakat terhadap daging juga makin terjamin. Para peternak juga bisa menjual daging secara lebih premium. Dengan begitu, pendapatan yang diterima pun bisa lebih tinggi.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore