
TERAWAT: Kondisi sapi-sapi di RPH Pegirian kemarin (17/7). Secara bertahap, RPH mulai menyiapkan kebutuhan sapi untuk kurban. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)
JawaPos.com - Pemprov Jatim bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berencana mengembangkan mata rantai halal di Jawa Timur. Khususnya untuk ternak ayam, unggas, dan sapi. Rencananya, ada proses penyembelihan atau pemotongan hewan secara halal dan tayib.
Pembahasan terkait hal itu dilakukan kemarin (28/8). Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Jawa Timur bertemu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi. Hadir pula asisten bidang perekonomian dan pembangunan Provinsi Jawa Timur bersama kepala dinas perdagangan Jatim serta kepala dinas peternakan Jatim.
Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemprov Jawa Timur Wahid Wahyudi mengungkapkan, rencana gagasan untuk rumah potong hewan (RPH) syariah itu direalisasikan di Kota Malang. Khususnya di Pasar Besar. ’’Tapi, akan kita lihat dulu apakah mencukupi atau tidak, memenuhi kriteria atau tidak,’’ katanya.
Nanti RPH syariah mengusung teknik penyembelihan hewan yang baik, halal, dan tayib. Sebab, teknik penyembelihan akan berpengaruh terhadap kualitas daging. Termasuk cara meniriskan daging sehingga darah bisa keluar. Apalagi, saat ini masih dijumpai penyimpangan dalam penyembelihan hewan. Misalnya, sapi gelonggongan. ’’Apakah nanti dibuat RPH baru ataukah pengembangan, sedang dilihat,’’ ujarnya.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah mengatakan, penyembelihan hewan secara halal, tayib, dan bersih itu memang menjadi tujuan bersama. Langkah tersebut dilakukan sebagai pengembangan ekonomi syariah di Jatim.
Terkait lokasi di Malang, ujar dia, survei akan dilakukan. Untuk tahap awal, Malang memang dipilih dengan pertimbangan sebagai kota yang kreatif. Juga ada halal center di Universitas Brawijaya (UB) sehingga para akademisi di sana bisa diajak bekerja sama.
Jika pilot project itu berhasil dan standardisasi bisa dilakukan, ujar dia, pengembangan juga akan dilakukan di tempat lain. Terutama di tempat pemotongan hewan di pasar tradisional. Nah, jika sudah terstandar, kebutuhan masyarakat terhadap daging juga makin terjamin. Para peternak juga bisa menjual daging secara lebih premium. Dengan begitu, pendapatan yang diterima pun bisa lebih tinggi.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
