Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 28 September 2021 | 03.49 WIB

Bocah Tewas Bersimbah Darah, Keluarga Yakin Bukan Kecelakaan Biasa

Ilustrasi korban pembunuhan. Ridwan Triatmodjo/Antara - Image

Ilustrasi korban pembunuhan. Ridwan Triatmodjo/Antara

JawaPos.com- Laporan kasus kecelakaan tunggal yang membuat SF meregang nyawa, hingga kini masih menjadi misteri. Pihak keluarga korban menyebutkan, banyak terdapat beberapa luka misterius di tubuh bocah 16 tahun tersebut. Ada dugaan, SF menjadi korban pembunuhan.

Hingga kini kasus tersebut masih ditangani Unit Laka Satlantas Polres Gresik. Kendati peristiwa itu terjadi pada 12 September lalu, namun belum juga ada titik terang terkait dengan kronologi pasti kejadian yang menewaskan remaja asal Desa Petiken, Kecamatan Driyorejo, itu.

Yang pasti, saat ditemukan sekitar pukul 03.45, SF bersimbah darah di kawasan Jalan Raya Tenaru, Dusun Wates, Desa Cangkir, Driyorejo.

Tewasnya SF dinilai tak wajar oleh pihak keluarga. Salah satunya, Jainun selaku paman korban. Hasil otopsi luar, terdapat beberapa luka di bagian leher korban. ’’Seperti sabetan benda tajam. Di bagian punggung juga terdapat luka memar,’’ ungkapnya.

Dia pun menduga bahwa keponakannya itu menjadi korban tindak pidana. Apakai itu aksi begal, premanisme, maupun pembunuhan berencana. Sesaat sebelum peristiwa terjadi, SF bersama rekannya RN hendak pergi mencari santap makan. Nah, saat melintasi lokasi kejadian, peristiwa maut itu pun terjadi. ’’Ada informasi bahwa keponakan saya dikeroyok empat orang misterius,’’ jelasnya.

Hebatnya, RN selamat. Nyaris tanpa luka sedikit pun. Bahkan, dari keterangan Jainun, RN mengaku tidak mengetahui pasti kejadian tersebut. ’’Tapi, temannya itu sempat melapor ke pihak berwajib. Dengan keterangan, peristiwa kecelakaan tunggal,’’ paparnya.

Meski demikian, pria 40 tahun itu merasa ada yang mengganjal. Apalagi, saat petugas kepolisian menanyakan keberadaan motor RN yang dikendarai saat peristiwa terjadi. ’’Informasinya, dibawa kabur seseorang saat membantu mengevakuasi. Ini semakin membingungkan,’’ jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Jayadi, orang tua korban. Pihaknya berharap pihak kepolisian bisa segera mengungkap secara pasti penyebab kematian anaknya. ’’Saya yakin peristiwa itu tidak murni kecelakaan lalu lintas. Semoga pihak kepolisian segera mengungkap fakta yang sebenarnya,’’ harap Jayadi.

Terpisah, Kanitlaka Satlantas Polres Gresik Ipda Suharto menyatakan telah memeriksa beberapa saksi terkait dengan peristiwa tersebut. Termasuk mengumpulkan berbagai barang bukti yang diharapkan mampu menjadi petunjuk tambahan untuk mengungkap kasus itu.

’’Penyelidikan masih terus dilakukan. Termasuk menginterogasi para saksi dari peristiwa tersebut. Mohon waktu,’’ tandasnya. (*)

---

Kasus Pembunuhan di Wilayah Hukum Polres Gresik

Yang Berhasil Diungkap


  • Pembunuhan seorang anak di bawah umur dengan inisial AH. Bocah 14 tahun itu ditemukan dengan tangan terikat dan mengambang di sebuah kubangan di kawasan Bukit Jamur, Kecamatan Bungah, pada awal November 2020. Pelakunya, teman korban yang juga masih bocah dengan inisial MSK, 15, dan SNI, 16. Motif pembunuhan adalah kekesalan pelaku karena sering diejek korban. Pelaku divonis 7,5 tahun penjara.

  • Pembunuhan dengan tersangka bernama Jebfar. Bersama sejumlah temannya dari Madura, laki-laki 39 tahun itu menghabisi Mad Molah, 30. Korban dibunuh karena telah berselingkuh dengan istri pelaku hingga hamil. Mayat korban kemudian dibuang di exit toll Kebomas pada April. Pelaku divonis 10 tahun 6 bulan penjara.

  • Seorang residivis kasus curanmor M. Masudi Hidayatullah alias Dayat membunuh ayah tirinya, H. Askuri, warga Desa Serah, Kecamatan Panceng, pada Juli 2020. Dayat menghabisi korban yang juga pengurus takmir masjid di desa setempat itu karena mengaku kesal. Korban dinilai tidak menafkahi ibu kandungnya selama Dayat berada di tahanan.

  • Shalahuddin Al Ayyubi, warga Perumahan Banjarsari, Cerme, membunuh teman wanitanya bernama Hadryl Choirun Nisa, 25. Pemuda 30 tahun itu melakukan tindak kejahatan pembunuhan tersebut dengan motif asmara yang tidak berbalas. Pelaku juga mencuri beberapa barang berharga milik korban. Di persidangan, pelaku dihukum selama 15 tahun penjara.


Yang Belum Terungkap

  • Misteri tewasnya Erni Kristiana, perempuan 36 tahun asal RT 04, RW 02, Desa Bringkang, Kecamatan Menganti. Janda satu anak itu ditemukan tak bernyawa pada 9 Juli 2021 sekitar pukul 11.00 WIB. Saat dievakuasi, bagian perut korban bersimbah darah. Diduga bekas sabetan benda tajam. Bahkan, dari informasi yang dihimpun, jajaran Satreskrim Polres Gresik telah mengamankan terduga pelaku. Sayang, belum ada tindak lanjut terkait dengan kasus tersebut.


Sumber: Reportase Jawa Pos

 

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore