Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 27 September 2022 | 02.52 WIB

Fenomena Ekuinoks, Penyebab Cuaca Ekstrem di Surabaya Raya Saat Ini

Photo - Image

Photo

JawaPos.com- Cuaca di wilayah Surabaya Raya (Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik) dalam beberapa hari terakhir panas sekali. Terasa ekstrem dari biasanya. Menilik aplikasi di smartphone, siang suhu bisa mencapai 35-39 derajat Celcius. Rasa panas itupun di dalam rumah sekalipun. Badan pun mudah mengeluarkan keringat.

Adi Hermanto, prakirawan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Tanjung Perak, menyatakan, saat ini memang sedang terjadi fenomena ekuinoks. Sebuah peristiwa di mana posisi matahari berada di khatulistiwa. Nah, fenomena ekuinoks itu terjadi dua tahun sekali. Terjadinya pada Maret dan September.

‘’Dan, peristiwa ekuinoks pada September ini merupakaan saat di mana matahari menyeberangi ekuator menuju ke selatan,’’ kata Adi ketika dihubungi JawaPos.com, Senin (26/9).

Suhu panas itu bahkan terasa sampai malam. Udara pun terasa sumuk. Hal itu teradi karena terik sinar matahari saat siang diserap bumi. Kemudian, perlahan-lahan paparan panas itu dikeluarkan kembali oleh bumi. Saat malam makin larut, suhu panas itu baru berangsur dingin.

‘’Ya seperti air panas yang ada di dalam panci begitu. Ketika panci ditutup, maka panasnya awet. Tapi, saat tutupnya dibuka, maka air lebih cepat dinginnya,’’ papar Adi.

Ke depan, cuaca diperkirakan masih akan terasa panas. Terutama ketika terjadi fenomena kulminasi utama atau disebut dengan hari tanpa bayangan. Posisi matahari tepat tegak lurus di atas kepala. Fenomena itu terjadi pada rentang September hingga Oktober mendatang. ‘’Nah, cuaca panas itu akan mulai mereda memasuki musim hujan sekitar Desember nanti,’’ ujarnya.

Menuju Hari tanpa Bayangan

Sementara itu, mengutip website Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) pada 6 September 2022, fenomena hari tanpa bayangan itu akan berlangsung pada tengah hari mulai 7 September hingga 21 Oktober 2022. Fenomena ini dapat diamati dari berbagai wilayah di Indonesia dalam waktu yang berbeda. Bergantung letak geografis masing-masing daerah.

Menurut Andi Pangeran, periset pusat BRIN, fenomena kulminasi itu karena nilai deklinasi matahari pada periode tersebut akan sama dengan lintang geografis wilayah Indonesia. Hal inilah yang menyebabkan Matahari akan berada tepat di atas kepala pada saat tengah hari.

Hari tanpa bayangan sendiri terjadi dua kali setahun untuk daerah yang terletak di antara garis balik utara dan garis balik selatan atau di sekitar garis khatulistiwa. Sementara itu, untuk daerah yang terletak di garis balik utara dan garis balik selatan akan mengalami hari tanpa bayangan hanya sekali setahun. Adapun di luar wilayah tersebut, matahari tidak akan berada di atas kepala ketika tengah hari sepanjang tahun.

Andi memberikan tips untuk bisa menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan matahari. “Yang pertama siapkan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang dapat ditegakkan. Lalu letakkan di permukaan yang rata dan amati bayangan sesuai dengan waktu yang ditentukan. Jangan lupa untuk mendokumentasikannya dengan foto atau rekaman video saat proses tidak adanya bayangan matahari,” paparnya.

Apabila cuaca berawan, fenomena ini dapat disaksikan paling cepat lima menit sebelum atau paling lambat lima menit setelah waktu yang ditentukan. Mengapa? Hal ini dikarenakan di luar rentang waktu lima menit tersebut bayangan akan muncul kembali.

Di Pulau Jawa, beberapa kota besar akan mengalaminya antara 9 Oktober-13 Oktober. Seperti di Jakarta, hari tanpa bayangan akan terjadi pada 9 Oktober, pukul 11.39.59 WIB; Semarang, 11 Oktober, pukul 11.25.08 WIB; Surabaya, 12 Oktober, pukul 11.15.34 WIB, dan Jogjakarta pada 13 Oktober 11.24.51 WIB. ’’Di wilayah Jawa Timur atau atas Surabaya itu akan paling panas,” katanya.

Editor: M Sholahuddin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore