Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 26 September 2021 | 02.45 WIB

Antisipasi Klaster PTM, RS Darurat Lapangan Tembak dan GBT Disiapkan

Suasana RS GBT ketika disiapkan buka. Alfian Rizal/JawaPos - Image

Suasana RS GBT ketika disiapkan buka. Alfian Rizal/JawaPos

JawaPos.com–Rumah Sakit Darurat Lapangan Tembak (RSLT) di Kedung Cowek sudah ditutup hampir dua bulan lalu. Pemerintah Kota Surabaya menyiapkan RSLT untuk mengantisipasi klaster pembelajaran tatap muka (PTM).

”RSLT disiapkan walaupun sekarang nggak ada pasien,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Febria Rachmanita, Sabtu (25/9).

Selain RSLT, Rumah Sakit Darurat Lapangan di Gelora Bung Tomo (GBT) juga mendapatkan perhatian khusus. Dia memastikan, tidak ada rumah sakit yang tidak siap menampung pasien Covid-19, baik dari kalster PTM maupun bukan.

”Klaster PTM mudah-mudahan nggak terjadi. Tapi rawat inap di rumah sakit sudah siap. Sudah disiapkan,” tegas Febria Rachmanita.

Sebelumnya, berdasar temuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), Jawa Timur (Jatim) disebut menjadi daerah dengan klaster Covid-19 tertinggi di sekolah. Angka itu didapat dari data survei yang dilakukan Kemendikbudristek.

Data survei itu dipublikasikan melalui situs https://sekolah.data.kemdikbud.go.id/ per Kamis 23 September. Bila ditotal, terdapat 1.303 sekolah di Indonesia menjadi klaster Covid-19 selama pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di Indonesia.

Dari 1.303 sekolah, ada 165 atau 2,77 persen sekolah di Jatim menjadi klaster penyebaran Covid-19.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim Wahid Wahyudi mengakui hal itu. Mayoritas klaster terdapat di tingkat SD yang dikelola kabupaten/kota.

”Data klaster sekolah terhadap Covid-19 secara nasional dari Kemendikbudristek, jenjang SD 45,97 persen, PAUD 19,94 persen, dan SMP 19,07 persen,” terang Wahid ketika dihubungi Jumat (24/9).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya Supomo menugaskan tim satgas mandiri sekolah untuk mengawasi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Bersama kepala sekolah, tim selalu melakukan pemantauan dan pengamatan kepada siapapun yang masuk dan ada di sekolah.

”Kalau ada tanda-tanda tidak sehat, pihak sekolah wajib melakukan tindakan-tindakan dan meminta yang bersangkutan tidak beraktivitas di sekolah. Jadi, kalau dia guru bisa mengajar online dari rumah dan kalau siswa kita minta untuk mengikuti daring dari rumah,” papar Supomo.

Total terdapat 213 sekolah negeri dan swasta di Kota Surabaya sudah menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas sejak beberapa waktu lalu. Terdiri atas 112 sekolah dasar (SD) dan 101 sekolah menengah pertama (SMP). Mereka menggelar PTM terbatas setelah lolos asesmen dan sudah menggelar simulasi PTM.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore