Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 22 Agustus 2020 | 22.48 WIB

Awas Ledakan Kasus Positif Baru Covid-19 di Jatim

Ilustrasi: CHIS/JAWA POS - Image

Ilustrasi: CHIS/JAWA POS

JawaPos.com – Ini bisa menjadi bukti baru bahwa persebaran coronavirus disease (Covid-19) di Jatim masih sangat fluktuatif. Meski tingkat kesembuhan pasien di provinsi ini makin tinggi, tembus 77 persen, penambahan kasus baru masih berlangsung.

Bahkan, di sejumlah daerah, penambahan kasus baru terbilang cukup signifikan. Termasuk di daerah-daerah yang selama ini tak pernah berstatus zona merah (risiko tinggi penularan).

Berdasar data Satgas Covid-19 Jatim hingga kemarin malam, penambahan jumlah pasien positif virus korona cukup tinggi, mencapai 458 kasus baru. Jika diakumulasi, total ada 29.715 kasus positif di provinsi ini.

Lonjakan kasus tak hanya terjadi di daerah-daerah yang selama ini rawan, daerah yang sebenarnya bukan zona merah juga terjadi. Ambil contoh di Banyuwangi. Tambahan kasus barunya cukup besar, mencapai 73 kasus.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi dr Widji Lestariono mengungkapkan, penambahan kasus terbanyak berasal dari santri salah satu pondok pesantren Kecamatan Tegalsari. ”Ada 77 santri yang dinyatakan positif,” ujar Rio, panggilan akrab Widji Lestariono.

Santri yang positif itu saat ini menjalani isolasi mandiri di salah satu gedung dalam ponpes, terpisah dari santri lainnya. Sebab, kondisi umum santri yang terpapar virus korona tidak bergejala atau hanya gejala ringan. Untuk santri yang tidak ada gejala, diisolasi di salah satu gedung ponpes. ”Yang bergejala sudah kami tangani di rumah sakit,” ujarnya.

Lonjakan kasus baru juga terjadi di daerah lain. Di antaranya, di Surabaya (112 kasus) dan Sidoarjo (119 kasus). Penambahan juga terjadi di mayoritas kabupaten/kota di Jatim.


Daerah lain yang juga masih rawan adalah Kota Malang. Tambahan 13 pasien baru membuat jumlah kasus positif Covid-19 di sana mencapai 1.038 kasus. Dari tambahan kasus tersebut, beberapa di antaranya menyasar para tenaga medis. Terbaru adalah meninggalnya dua dokter senior di Kota Malang.

Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Malang Raya dr Djoko Heri Hermanto membenarkan adanya kabar tersebut. ”Hingga kini, total ada tiga dokter yang gugur di medan Covid-19,” kata dokter Djoko.

Selain itu, meski tingkat kesembuhan pasien positif di Jatim sudah mencapai 77 persen, ada beberapa wilayah yang masih di bawah itu. Di antaranya, Kota Malang (57,8 persen), Kota Pasuruan (67 persen), Bangkalan (66 persen), dan Banyuwangi (41 persen).

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=jZlUc-kYVmU

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore