Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 November 2020 | 12.55 WIB

Dua Paslon Soroti Pentingnya Kesehatan pada Debat Pilkada Gresik

Pasangan Nomor Urut 1 Mohammad Qosim-Asluchul Alif (QA) saat memaparkan materi pada debat perdana Pilkada Gresik, Jumat (20/11) malam. KPU Gresik/Antara - Image

Pasangan Nomor Urut 1 Mohammad Qosim-Asluchul Alif (QA) saat memaparkan materi pada debat perdana Pilkada Gresik, Jumat (20/11) malam. KPU Gresik/Antara

JawaPos.com–Dua pasangan calon (paslon) Pilkada Kabupaten Gresik, Jawa Timur, menyoroti pentingnya kesehatan dalam membangun masyarakat di wilayah tersebut. Hal itu terlihat dalam pelaksanaan debat Pilkada yang berlangsung di Gresik, Jumat (20/11) malam.

Pasangan Nomor Urut 1 Mohammad Qosim-Asluchul Alif (QA) memaparkan pentingnya kesehatan sebagai modal utama untuk mendongkrak ekonomi daerah. Sebab, masih ada 24 persen masyarakat yang belum terdaftar di BPJS Kesehatan.

”Ini yang kami dorong jika kami terpilih nanti. Sebab, kesehatan hal utama untuk meningkatkan ekonomi,” kata Mohammad Qosim yang menjadi pembicara pertama dalam debat tersebut seperti dilansir dari Antara.

Sedangkan Alif menambahkan, ekonomi akan didorong dengan melakukan pengentasan pengangguran. Hal itu dilakukan dengan kerja sama semua pihak.

Pasangan QA maju di Pilkada Gresik dengan diusung dua parpol yakni PKB 13 kursi serta Gerindra 8 kursi.

Sementara itu, Pasangan Nomor Urut 2 Fandi Akhmad Yani-Aminatun Habibah (NIAT) memaparkan, selain kesehatan yang menjadi fokus utama, juga keselamatan warga di tengah musibah banjir yang masih melanda di wilayah yang dikenal dengan sebutan Kota Pudak tersebut.

”Kemiskinan dan banjir menjadi fokus utama kami. Kelangkaan pupuk di Gresik, akan kami atasi jika terpilih,” tutur Fandi Akhmad yang akrab dipanggil Gus Yani tersebut.

Gus Yani mengakui, pandemi Covid-19 membuat semua menghadapi ketidakpastian, sehingga perlu adanya pemulihan ekonomi. ”Pemerintah akan lebih hadir kepada masyarakat dengan mendorong usaha di rumah masing-masing, dan ini belum tersentuh pemerintah sebelumnya,” ujar Yani.

Wakil Yani, Aminatun Habibah menambahkan, jika terpilih akan ada penambahan modal Rp 10 juta buat anak muda di Gresik. ”Kami juga akan meningkatkan ekonomi dengan mendorong usaha ibu-ibu, sebab kami punya program Bunda Puspa, ini khusus untuk kaum perempuan dengan diberikan pelatihan dan modal untuk meningkatkan ekonomi,” terang Aminatun.

Pasangan NIAT, maju dengan diusung enam parpol (Partai Golkar dengan raihan 8 kursi, PDIP 6 kursi, Nasdem 5 kursi, Demokrat 4 kursi, PAN 3 kursi, dan PPP dengan 3 kursi).

Menanggapi materi debat kedua paslon, Komisioner KPU Gresik Divisi Sosialisasi dan SDM Makmun berharap, calon pemilih bisa melihat langsung kualitas maupun visi misi masing-masing calon. ”Ini juga mendorong pemilih untuk tidak golput dalam Pilkada Gresik, sehingga diharapkan meningkatkan angka partisipasi pemilih,” ujar Makmun

Sementara itu, tema debat publik tersebut Menyelesaikan Persoalan Daerah Meningkatkan Pelayanan dan Kesejahteraan Masyarakat. Sedangkan tim panelis terdiri atas akademisi, antara lain, Dosen UINSA Achmad Room Fitriyanto, dosen UB Malang Moh Solichin, Dosen UNESA Agus Machfud Fauzi, Dosen UMG Anwar Hariyono, dan Eko Budi Leksono.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=6uDwMijsR_I

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore