
Ilustrasi tempe. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan (Dinkopdag) mengakui ada peningkatan harga kedelai di pasaran. Saat ini, Dinkopdag sedang berupaya menemui distributor kedelai impor.
Kepala Bidang (Kabid) Distribusi Perdagangan Dinkopdag Surabaya Devie Afrianto menegaskan, sudah menemui para distributor. Hal itu dilakukan karena perajin tahu-tempe mengeluhkan tingginya harga kedelai untuk dibuat menjadi berbagai bahan makanan.
”Kedelai itu kalau untuk konsumsi rumah tangga di pasaran itu kan ketersediaannya ada, cuma memang harganya naik. Yang jelas kami sudah ke distributor besar kedelai impor ini,” kata Devie ketika dihubungi pada Jumat (18/2).
Saat ini, harga 1 kilogram kedelai mencapai Rp 13.000/kg. Harga itu diakui Devie memang tinggi.
”Memang tinggi. Itu (kenaikan harga) tidak lepas dari suplai. Itu (kedelai) kan impor, itu harga sudah tinggi, kalau posisi di harga pasar sudah menyentuh angka Rp 13 ribu/kg,” jelas Devie Afrianto.
Devie menyebut, pihaknya memahami masalah para perajin. Sebab, kebutuhan mereka yang tinggi, Dinkopdag telah berkomunikasi ke para perajin.
”Kami sudah ke beberapa perajin. Kami tanya apakah pasokan sulit, jawabannya tidak, kami dapat itu dengan mudah,” jawabnya menirukan perajin tahu-tempe.
Yang menjadi masalah menurut dia, harga bahan kedelai masih dirasa tinggi. Para perajin saat ini mendapat kedelai dengan harga Rp 11.000/kg dari harga normal biasanya Rp 8.500/kg.
”Saat ini Dinkopdag akan memastikan pasokannya. Sebab tahun lalu, ketika pasokan sulit, kami lakukan operasi pasar ke sentra-sentra. Nanti kalau kondisinya terus buruk, kami akan gunakan skema itu,” papar Devie Afrianto.
Operasi pasar itu, lanjut Devie, akan dilakukan di tempat yang paling sulit untuk mendapatkan kedelai. ”Ini dilakukan di satu tempat yang tidak bisa mendapatkan barang tersebut, contoh minyak goreng ini nggak ada dan susah didapat. Itu baru kami lakukan operasi pasar,” ujar Devie Afrianto.
Dari pantauan tim JawaPos.com, produk tempe dan tahu kini sulit ditemukan. Di Pasar Induk Jagir Wonokromo, penjual tempe menjadi langka. Kalau pun ada harganya melambung tinggi. Satu balok tempe dijual dengan harga Rp 10.000. Sementara itu, untuk harga tahu yang biasanya di kisaran Rp 2.000, kini melambung hingga Rp 5.000.
”Dari yang jual (agen), memang mahal. Barangnya juga nggak banyak,” kata Aisah, penjual tempe.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
