
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. (Dite Surendra/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemerintah pusat sudah mendatangkan 1,2 juta vaksin Covid-19 produksi Sinovac. Pemkot Surabaya pun bersiap-siap melakukan pengadaan untuk kepentingan semua warga. Sejauh ini sudah disiapkan anggaran pengadaan Rp 7,5 miliar.
Anggaran tersebut bersumber dari dana corporate social responsibility (CSR). Itu disampaikan Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini saat menggelar jumpa pers di rumah dinasnya, Senin (14/12). ”Sementara ini kita tidak ambil dari APBD. Tapi, dari CSR,” kata Tri Rismaharini.
Disampaikan, meski pihaknya sudah menyiapkan anggaran, waktu pembelian vaksin belum bisa dipastikan. Sebab, pemkot menunggu izin dari pemerintah pusat. ”Kami akan lakukan pengadaan kalau diizinkan dan diperkenankan oleh pemerintah pusat,” papar Risma.
Sejauh ini, Pemkot Surabaya sudah berkomunikasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Hasilnya, pemkot diminta tidak buru-buru melakukan pengadaan vaksin Covid-19. Sebab, sesuai hasil komunikasi dan koordinasi, apa yang menjadi tanggungan pemkot terkait pengadaan vaksin akan dibantu oleh pusat. Termasuk bagi 623.136 peserta BPJS Kesehatan kategori penerima bantuan iuran (PBI) yang ditanggung Dinas Kesehatan Pemkot Surabaya. ”Dari hasil koordinasi dinkes dengan pusat, ternyata kita akan dibantu. Tapi prinsipnya, saya sudah menyiapkan anggaran kalau nanti diperkenankan,” imbuhnya.
Siapa saja yang bisa menerima bantuan vaksin Covid-19? Risma menyampaikan, kriteria para penerima vaksin sudah ditentukan oleh pemerintah pusat. Pemerintah kota, kata dia, tinggal menjalankan ketentuan pusat tersebut.
Vaksin akan diberikan kepada pekerja dengan risiko tinggi terhadap paparan Covid-19. Mulai tenaga kesehatan hingga petugas yang membantu penelusuran dan perawatan pasien Covid-19. Termasuk perawat dan dokter. Pemerintah memastikan vaksin Covid-19 gratis untuk masyarakat yang membutuhkan. Termasuk masyarakat miskin yang terdata dalam BPJS Kesehatan dan lanjut usia (lansia).
Risma berharap semua warga Kota Surabaya bisa mendapatkan bantuan vaksin Covid-19. Jumlahnya 3,3 juta orang. Sebab, semua orang dari berbagai kalangan dan usia rentan tertular Covid-19. ”Seperti swab test, kita berharap semua warga bisa mendapat bantuan vaksin ini,” ujarnya.
Sambil menunggu kepastian turunnya vaksin ke Kota Pahlawan, Risma berharap warga disiplin melakukan pencegahan. Minimal dengan disiplin menerapkan pola hidup 3M. Yaitu, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Penerapan pola disiplin tersebut bisa menjadi kunci untuk menghindari penularan virus korona.
Sejauh ini, Pemkot Surabaya memang terus melakukan tracing dan testing untuk mendeteksi secara dini persebaran virus korona. Termasuk melakukan swab test secara gratis melalui laboratorium kesehatan daerah (labkesda) di Gayungsari Barat. Kapasitas testing per hari mencapai 3.000 hingga 4.000 pasien.
Selain itu, Swab Hunter masih digalakkan. Biasanya operasi dilakukan saat malam. Mereka yang kedapatan melanggar protokol kesehatan (prokes) pencegahan penularan Covid-19 langsung ditindak. Yaitu, dibawa ke posko kesehatan untuk dites swab.
Baca Juga: Bentuk Satgas Vaksin Covid-19 di Jatim, Prioritas untuk PBI dan Nakes
Wakil Sekretaris Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya Irvan Widyanto menyampaikan, pihaknya akan terus melakukan operasi di titik-titik keramaian. Tidak cuma malam. Operasi serupa juga digelar pada pagi, siang, hingga sore.
Mereka yang terjaring dalam operasi itu akan langsung menjalani tes swab di puskesmas terdekat maupun posko kesehatan. ’’Pokoknya tidak akan berhenti. Waktunya akan bergantian setiap kecamatan. Ini dilakukan untuk menekan tingkat penularan Covid-19 di Surabaya,’’ tegas Irvan.
---
PEMKOT BAKAL BELI VAKSIN
- Pemkot siap melakukan pengadaan vaksin Covid-19.
- Anggaran Rp 7,5 miliar berasal dari dana CSR.
- Penerima vaksin, antara lain, dokter, perawat, warga miskin peserta BPJS Kesehatan, lansia, dan masyarakat yang membutuhkan.
- Sambil menunggu vaksin, pemerintah meminta warga disiplin menjalankan 3M. Yakni, memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan.
- Testing dan tracing terus dilakukan dengan menggelar swab test di Labkesda Gayungsari.
- Swab Hunter untuk mencegah pelanggaran prokes juga masih diberlakukan.

Pemerintah Perkuat Pengawasan Tata Niaga Minyak Goreng, Mafia Pangan Bakal Disikat Habis
Prediksi Line Up PSG Menghadapi Arsenal di Final Liga Champions
Link Live Streaming PSG vs Arsenal Malam Ini Final Liga Champions, Siaran Langsung Jam Berapa dan Tayang di TV Mana?
3 Calon Pelatih Liverpool Musim Depan, Semua Masih Muda dan Bertalenta!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor PSG vs Arsenal di Final Liga Champions 2025/2026! Les Parisiens Unggul Tipis
Bicara Kartu Merah: Arema FC Paling Brutal, Semua Perlu Belajar dari Borneo FC!
Berikut 3 Bek yang Dirumorkan Merapat ke Persebaya Surabaya! Ada Yusuf Meilana Hingga Bek Tengah Brasil
Prediksi Final Liga Champions 2026: PSG vs Arsenal, Les Parisiens Diunggulkan, The Gunners Butuh Keajaiban
Persib Bandung Ungkap Penyebab Masuk Daftar Banned FIFA, Bukan Tunggakan Gaji!
