Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 15 Desember 2020 | 23.11 WIB

Layani Libur Natal dan Tahun Baru, Daop 8 Tidak Tambah Kereta Api

BATASI ARMADA: Sejumlah penumpang menaiki KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung di Stasiun Gubeng Baru, Senin (14/12). Untuk melayani libur Natal dan tahun baru, PT KAI Daop 8 menyediakan 7 kereta api lokal dan 9 kereta api jarak jauh menengah. (Robertus R - Image

BATASI ARMADA: Sejumlah penumpang menaiki KA Turangga jurusan Surabaya-Bandung di Stasiun Gubeng Baru, Senin (14/12). Untuk melayani libur Natal dan tahun baru, PT KAI Daop 8 menyediakan 7 kereta api lokal dan 9 kereta api jarak jauh menengah. (Robertus R

JawaPos.com - Bakal sedikit yang menaati anjuran pemerintah untuk tidak keluar kota selama libur Natal dan tahun baru (Nataru). Terbukti, animo masyarakat dalam memanfaatkan layanan transportasi kereta api masih tinggi.

Berdasar data PT KAI Daop 8 Surabaya di Stasiun Gubeng, menjelang dua pekan sebelum Nataru, 40 persen tiket terjual. Jumlah itu bakal terus bertambah mendekati hari H.

”Ini berbeda dengan Lebaran. Orang pesan jauh-jauh hari. Kalau Nataru, biasanya pemesanan itu dilakukan dua atau tiga hari sebelum keberangkatan. Bahkan H-1,” kata Manajer Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto.

Dia menyatakan, jumlah penumpang yang naik maupun turun di Stasiun Gubeng jelas berkurang pada Nataru 2020 jika dibandingkan dengan tahun lalu. Sebab, ada pembatasan armada KAI yang beroperasi. Hingga kini, terdapat 7 KA lokal dan 9 KA jarak jauh menengah yang dioperasikan. Jadi, total hanya 16 rangkaian yang melayani selama Natal dan tahun baru kali ini. Sebelum pandemi, ada sekitar 20 armada yang berangkat dari Gubeng. ”Meski begitu, tren menggunakan moda transportasi kereta mulai meningkat,” ujarnya.

Di Gubeng, setiap hari ada 2.000-an penumpang yang hilir mudik dengan tujuan beragam. Mulai Jawa Timur, Jogjakarta, hingga Jakarta. Sebelum pandemi, jumlah penumpang bisa mencapai 5.000 orang dan berpotensi naik dua kali lipat pada Nataru.

”Namun, kami tak mau ambil risiko bila armada terus ditambah karena dapat memicu klaster baru Covid-19,” jelasnya.

Baca Juga: Ini Fokus Wali Kota Risma Jelang Masa Jabatan Berakhir

Menjelang Nataru ini, penegakan protokol kesehatan diperketat. Terutama terhadap pengguna KA jarak jauh menengah. ”SOP sudah kami tetapkan. Mulai pengecekan suhu, pengamanan wajah, hingga pemenuhan surat keterangan rapid test dari layanan kesehatan yang tepercaya,” tandasnya. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=tbBNiL4st4w

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore