alexametrics

Pasien Covid-19 di Surabaya Naik, Waiting List IGD Makin Panjang

15 Januari 2021, 17:48:54 WIB

JawaPos.com – Angka pasien Covid-19 yang naik, salah satunya, terlihat dari indikator penumpukan pasien di instalasi gawat darurat (IGD). Kabid Hospital Relation and Development RKZ dr Agung Kurniawan Saputra MARS mengatakan, antrean pasien Covid-19 di ruang IGD masih kerap terjadi sampai hari ini. Mereka terpaksa masuk daftar antrean. Atau mesti sabar menunggu di IGD sampai ada ruang isolasi rawat inap yang kosong.

”Dalam seminggu terakhir ini lumayan sering. Artinya, penumpukan pasien di IGD yang tidak bisa masuk ke kamar isolasi itu masih terjadi,” ujar Agung saat dihubungi Jawa Pos, Kamis (14/1).

Dalam kondisi seperti itu, imbuh dia, pihak rumah sakit pun hanya bisa mengupayakan untuk mencari rujukan. ”Saat rujukan tidak bisa didapatkan, pasien mau tidak mau mesti rela menunggu di IGD. Sampai ada pasien di ruang isolasi yang bisa dipulangkan,” katanya.

Dengan demikian, ruangan bisa digunakan. ”Begitu ada yang kosong pun pasti akan langsung terisi. Setiap hari hampir selalu penuh untuk rawat inap isolasi Covid,” jelasnya.

Meski begitu, Agung mengaku bahwa tenaga kesehatan (nakes) di RKZ masih cukup memenuhi. Dengan begitu, sampai saat ini pihak rumah sakit belum mewacanakan untuk menambah nakes anyar. ”Tempat tidur Covid di IGD sendiri ada enam. Lebih dari itu sebetulnya sudah tidak bisa. Tapi, kalau ada pasien yang telanjur datang akhirnya ya kami layani,” ungkapnya.

Direktur Pelayanan Medis Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS) Jemursari dr Dyah Yuniati SpS juga mengungkapkan bahwa penumpukan pasien Covid di IGD kerap terjadi. Dia menjelaskan, beberapa waktu lalu antrean di IGD bahkan tidak bisa bergerak. Pasien Covid yang baru masuk tertahan di IGD cukup lama. Karena ruang isolasi tidak ada yang kosong. ”Kalau sudah begitu, ngerujuk nggak bisa. Mindahin pasien juga nggak bisa karena pasien lama yang ada di ruang isolasi belum pulang,” ujarnya.

Pihaknya pun banyak menarik nakes dari ruang pelayanan lain. Mereka diperbantukan untuk menangani pasien Covid. Dia pun mengungkapkan bahwa jumlah nakes semakin menipis. Hal itu disebabkan beberapa nakes tumbang dan jatuh sakit. Sehingga, mereka diistirahatkan untuk sementara waktu.

”Jumlah nakes berkurang karena ada beberapa yang sakit. Untuk OHD dan ruang isolasi sendiri,” paparnya. ”Sampai saat ini pun saya masih banyak dapat telepon dari tokoh masyarakat maupun teman sejawat yang butuh kamar isolasi. Kami pun masih menerima rujukan dari RS lain, tapi juga dengan melihat kapasitas,” jelasnya.

Tambah Bed, tetapi Masih Kurang Nakes

Sejumlah rumah sakit di kawasan Surabaya Selatan mulai menambah bed atau tempat tidur (TT). Tujuannya, mengakomodasi arus pasien Covid-19 yang masih deras. Direktur Rumah Sakit Islam Surabaya (RSIS) Jemursari dr Bangun Trapsila Purwaka SpOG K MKes menyatakan bahwa pihaknya sampai membuka ruangan baru untuk menempatkan tambahan TT tersebut.

”Ada ruangan yang kami ubah peruntukannya untuk ruang isolasi Covid. Jadi, memanfaatkan ruang yang sudah ada. Dengan menambahkan sarana-prasarana yang diperlukan sesuai standar isolasi,” terangnya kepada Jawa Pos.

Wakil Direktur Pelayanan Medis RSIS Jemursari dr Dyah Yuniati SpS mengungkapkan, total ada 19 TT baru yang ditambahkan. ”Jadi, sekarang totalnya ada 91 TT di ruang rawat inap isolasi. Untuk di IGD ada 3 TT, di ruang hemodialisa ada 2 TT, dan di ICU ada 4 TT untuk pasien Covid,” jelasnya.

Ruang existing yang dimanfaatkan sebagai ruangan baru untuk tambahan TT pun disiapkan dalam waktu singkat. Yakni, hanya lima hari. Lantas, ruangan itu terisi pasien sejak Sabtu (9/1).

”Awalnya itu adalah ruangan non-Covid. Namun, karena kebutuhan melonjak, akhirnya kami tambah exhaust dan hepafilter. Selayaknya kamar isolasi bertekanan negatif sesuai standar Kemenkes,” imbuhnya. Namun, Dyah juga mengakui bahwa nakes di ruang isolasi baru itu masih minim. Padahal, sebagian besar nakes di rumah sakit sudah dikonsentrasikan untuk penanganan Covid.

Rumah Sakit Pusat Angkatan Laut (RSPAL) dr Ramelan pun saat ini tengah berupaya untuk terus menambah TT. Baik itu di ruang ICU maupun kamar khusus isolasi Covid. Kepala Satuan Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono beberapa waktu lalu menyatakan bahwa dirinya sudah memerintah kepala rumah sakit angkatan laut (Karumkital) untuk segera merealisasikan hal itu.

Baca Juga: Co-Pilot Fadly Satrianto, Korban SJ 182, Dimakamkan di TPU Keputih

”Rumah sakit di mana-mana sudah penuh. Tidak ada satu pun yang bisa memperkirakan kapan Covid ini selesai. Saya sudah perintah Karumkit untuk menambah bed sampai bisa mencapai 300 unit. Begitu juga dengan rekrutmen nakes mulai disiapkan. Karena sekarang ini, kami sangat butuh banyak nakes,” paparnya.

Tidak hanya menambah TT di ruang isolasi, RSPAL juga melakukan penambahan TT di ruang ICU khusus Covid. RSPAL dr Ramelan menugaskan 668 personel tenaga kesehatan yang terlibat langsung dalam penanganan Covid-19.

RS PENUH PASIEN COVID-19

– Jumlah tempat tidur (TT) di IGD khusus Covid di beberapa rumah sakit rata-rata berkisar maksimal 10 unit (RKZ 6 TT, RSPAL 10 TT, RSIS Jemursari 6 TT).

– Penumpukan pasien Covid di IGD, salah satunya, ditandai TT di IGD yang penuh, bahkan melebihi kapasitas maksimal yang bisa ditampung.

– Saat terjadi penumpukan, hanya ada dua opsi. Yakni, merujuk ke rumah sakit lain atau menunggu sampai ada TT kosong di ruang rawat inap isolasi Covid.

– Pihak rumah sakit kerap tidak bisa menolak pasien meski IGD penuh. Sebab, pasien telanjur datang.

– Tidak jarang IGD non-Covid dialihfungsikan sementara untuk pasien Covid yang sedang mengantre ruang isolasi jika kondisinya memang sangat mendesak.

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Dhimas Ginanjar

Reporter : hay/c13/ai

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads