Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 15 November 2020 | 04.34 WIB

Surabaya Siap-Siap Antisipasi Cuaca Buruk

MENDUNG: Cuaca buruk yang mengintai kawasan pesisir utara dan timur terpantau dari wilayah Suramadu. Pemkot mengimbau nelayan untuk berhenti melaut dan mewaspadai naiknya gelombang. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos) - Image

MENDUNG: Cuaca buruk yang mengintai kawasan pesisir utara dan timur terpantau dari wilayah Suramadu. Pemkot mengimbau nelayan untuk berhenti melaut dan mewaspadai naiknya gelombang. (Ahmad Khusaini/Jawa Pos)

JawaPos.com - Taman Surya, Jumat (13/11) tampak dipenuhi pasukan. Jumlahnya lebih dari 100 petugas. Mengenakan seragam lengkap, mereka berbaris rapi. Layaknya anggota yang siap turun ke medan laga.

Pasukan itu berasal dari berbagai instansi. Mulai TNI hingga Polri. Pemkot tak mau kalah. Mengerahkan sejumlah OPD. Mulai dinas perhubungan (dishub), satpol PP, linmas, dinas kebersihan dan ruang terbuka hijau (DKRTH), hingga dinas pekerjaan umum bina marga dan pematusan (DPUBMP).

Kesiapan pasukan itu menunjukkan pemkot dan sejumlah instansi lain siap gotong royong. Menangkal bencana yang disebabkan cuaca buruk. Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini memimpin apel pasukan. Dia menjelaskan, mendekati akhir tahun, diprediksi cuaca ekstrem menyerang sejumlah wilayah. Salah satunya Surabaya. ”Kami meminta seluruhnya waspada,” paparnya.

Pemkot telah bersiap menghadapi bencana. Sejumlah persiapan dilakukan. Di antaranya, mendirikan pos pantau. Ada delapan posko. Lokasinya di tiga kawasan pantai Surabaya. Dua pos pantau berada di kawasan pesisir utara. Yakni, di Rumah Pompa Balong dan Rusun Romokalisari. Empat pos pantau berada di wilayah pesisir timur. Yakni, Sentra Ikan Bulak (SIB), eks Rumah Pompa Wonorejo II, SMPN 30 Medokan Semampir, dan Kecamatan Gunung Anyar. Di kawasan pesisir barat, pemkot menyediakan dua pos pantau. Yakni, di Kelurahan Sumberejo dan Kelurahan Karang Pilang.

Cara lain adalah dengan mengeluarkan surat edaran (SE). Ditujukan kepada camat, lurah, hingga RT dan RW. Isinya mengatur peningkatan kewaspadaan menghadapi musim hujan. Ada lima poin yang tercantum dalam SE itu. Pertama, pemkot mengimbau ketua LPMK, RT, dan RW untuk turun. Serempak menggelar kerja bakti. Membersihkan saluran air, gorong-gorong, serta perantingan pohon.

Kedua, meminta PT PLN melaksanakan pembersihan dan perawatan gardu listrik. Juga perantingan pohon yang mengganggu kabel utama. Ketiga, meminta seluruh perusahaan periklanan mengecek konstruksi papan reklame. Yang terindikasi rusak segera diperbaiki.

Selanjutnya, camat dan lurah diminta memelototi kelaikan bangunan, saluran air, tanaman, dan instalasi listrik di fasilitas umum. Terakhir, ketika ada kejadian darurat, warga diminta segera melapor ke Command Center 112. ”Kami juga mengimbau ketika hujan lebat, warga tidak berteduh di bawah pohon besar serta tidak memegang tiang listrik,” terang Risma.

Apel kesiapan itu merupakan respons pemkot. Pasalnya, dua hari lalu kawasan pantai timur Surabaya diterjang bencana. Yakni, angin kencang dan gelombang pasang.

Dari pendataan BPB linmas, 37 perahu rusak. Empat di antaranya karam. Selebihnya mengalami kerusakan 25 persen hingga 50 persen. Air laut juga tumpah menggenangi permukiman warga.

Risma meminta warga waspada. Sebab, diprediksi gelombang semakin besar. Mendekati akhir tahun, ketinggiannya bisa mencapai 20 meter. ”Saya minta nelayan untuk tidak berlayar dulu. Sembari melihat cuaca,” jelasnya.

Lebih lanjut, Risma menjelaskan sejumlah potensi bencana. Selain gelombang besar, warga harus berhati-hati dengan bencana angin kencang serta tsunami. ”Meski potensi kecil, warga harus tetap waspada,” tegasnya.

Setelah memimpin apel, Risma mengecek perlengkapan untuk penanganan bencana. Mulai gergaji mesin, perahu karet, hingga genset. Kendaraan pun diperiksa. Kepala BPB Linmas Irvan Widyanto mengatakan, jauh-jauh hari pihaknya melakukan persiapan dengan melatih petugas untuk penanganan bencana.

Minta Warga Waspadai Anomali Cuaca


Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca yang berpotensi terjadinya banjir rob pada 15−17 November. Sosialisasi pun dilakukan kecamatan yang memiliki wilayah pantai. Mereka mengingatkan agar warga lebih waspada dan tidak melaut saat cuaca buruk.

Petugas gabungan di Kecamatan Gunung Anyar dan Rungkut melakukan sosialisasi kemarin (13/11). Mereka mendatangi perkampungan nelayan di dua wilayah itu. Mereka mengimbau agar pemilik perahu tidak melaut saat cuaca buruk dan gelombang tinggi.

Hal itu dilakukan menyusul adanya peringatan dini cuaca. BMKG memprediksi terjadi gelombang tinggi yang berpotensi banjir rob pada 15−17 November.

Gelombang maksimum bakal terjadi pada pukul 20.00−21.00.

Camat Gunung Anyar Maria Agustin Yuristina mengatakan bahwa pihaknya sudah memberikan imbauan kepada warga. Terutama yang pekerjaannya melaut. ”Kami meminta mereka sekiranya pada tanggal yang sudah diperingatkan BMKG untuk lebih waspada dengan keadaan gelombang,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Maria juga menyampaikan agar nelayan memperhatikan keselamatan perahu mereka. Salah satunya mengikat kuat agar tidak terempas gelombang tinggi. Dengan begitu, meminimalkan kerusakan akibat benturan.

Kemudian, mengaktifkan siskamling lagi. Tujuannya mewaspadai jika saja gelombang masuk ke daratan. ”Bunyikan tanda bahaya bila hal itu terjadi. Sehingga masyarakat bisa bersiap-siap,” katanya.

Selain di perkampungan nelayan, sosialisasi juga dilakukan di permukiman di dekat sungai. Misalnya, di kawasan Sukolilo ada beberapa perkampungan yang mepet dengan Kali Jagir.

Camat Sukolilo Amalia Kurniawati mengatakan, pihaknya mengimbau agar warga di sekitar kali itu memperhatikan ketinggian muka air sungai. Bila mendekati rumah, sebaiknya mencari tempat aman terlebih dahulu. ”Kami mengimbau agar mereka tidak mendirikan kandang ayam dan lainnya. Sebab, hal itu bisa memicu longsornya tanggul sungai,” katanya.

Kemudian, pihaknya mengingatkan agar warga mengawasi aktivitas satu sama lain. Terutama anak-anak yang bermain di sungai. Sebab, Kali Jagir memiliki arus yang deras dan berbahaya.

Di wilayah Sukolilo, juga masih ada satu perahu tambang yang beroperasi. Pihaknya mengimbau agar operator tidak menjalankannya saat arus sungai deras dan berbahaya. Sebab, bisa jadi tali tambang tidak kuat menahan beban perahu yang diterpa arus.

Saat ini di Sukolilo sudah terpasang dua monitor cuaca. Keduanya terkoneksi dengan jaringan informasi cuaca BMKG. ”Ada dua yang terpasang di Sukolilo, pertama di pos perahu tambang. Kemudian, yang kedua di kampung nelayan,” katanya. Dia berharap nelayan dan warga bisa memantau kondisi cuaca dari sana.

Sementara itu, sosialisasi juga dilakukan di Kecamatan Bulak. Uniknya, petugas melakukan sosialisasi dengan menggunakan bahasa Madura. Sebab, tidak sedikit nelayan di wilayah itu yang merupakan orang Madura.

Kasubdit Patroli Ditpolairud Polda Jatim AKBP Yanuar Herlambang menjelaskan, ada 30 personel yang diterjunkan ke wilayah pesisir. Mereka tidak saja ditugaskan untuk membantu evakuasi kapal. ”Sebagian tim juga melakukan patroli. Tujuannya memantau barangkali ada kapal yang masih terbawa arus,” kata Herlambang.

Dia menjelaskan, sebagian petugas berupaya mendekati nelayan. Ada pemberitahuan terkait kondisi gelombang. Nelayan diingatkan untuk tetap waspada.

Selain Ditpolairud Polda Jatim, Polres Pelabuhan Tanjung Perak juga menerjunkan tim ke lokasi bencana. Mereka memberikan bantuan kepada nelayan. Bantuan diberikan kepada nelayan di Kecamatan Bulak yang terdampak bencana. 

POTENSI BENCANA DI SURABAYA

  • Gempa bumi

  • Puting beliung

  • Banjir rob

  • Cuaca ekstrem


Respons Pemkot Menghadapi Bencana

  • Membentuk sekolah tanggap bencana

  • Pelatihan penanggulangan bencana bagi dasawisma

  • Pembinaan potensi relawan bencana

  • Melakukan edukasi pengurangan risiko bencana

  • Sosialisasi mitigasi bencana

  • Simulasi bencana

  • Sinergi OPD

  • Peningkatan kapasitas petugas

  • Optimalisasi pemakaian jaringan radio

  • Kerja sama dengan BMKG dan pakar

  • Membangun 30 posko terpadu

  • Membangun 8 posko pesisir


Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=sC41akwM5dY

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore