
Tenaga medis menulis kalimat penyemangat di baju APD kawannya. Dok. JawaPos
JawaPos.com–Rumah Sakit Darurat Lapangan Indrapura (RSDLI) mengadakan Salat Idul Fitri di depan tenda A (Administrasi ) pada Kamis (13/5). Kegiatan di rumah sakit di Jalan Indrapura itu diikuti 50 orang nakes, relawan, dan petugas RSLI di zona hijau, serta 30 pasien umum dan PMI (pekerja migran Indonesia) di zona merah (infeksius).
Berbeda dengan penyelenggaraan salat Idul Adha sebelumnya di RSLI yang menempatkan imam dan khatib di zona merah karena imam berasal dari pasien, salat Idul Fitri diselenggarakan di zona hijau untuk tempat imam dan khatibnya, sedangkan pasien menjadi makmum di zona merah.
Sebagai imam dan khotib Sa’d Nasir, supervisi RSLI dari BPBD. Dalam khotbahnya Nasir menyampaikan tentang rasa syukur semua nakes, relawan, dan pasien yang masih diberikan kesempatan bisa merayakan Idul Fitri. Walaupun dalam suasana pandemi Covid-19. Dia juga mengingatkan bahwa sakit bagi manusia bisa berarti ujian dan bisa juga karena banyak melakukan dosa baik yang disadari maupun tidak.
”Untuk itu marilah kita banyak-banyak bertobat, memohon ampunan Allah SWT serta memohon untuk dapat segera diangkat dan disembuhkan sakitnya. Semoga sakit ini bisa menjadi penebus dan pengurang dosa di akhirat kelak,” tutur Nasir.
Radian Jadid, ketua relawan pendamping PPKPC-RSLI, dan para nakes, relawan pendamping, serta para petugas RSLI mengikuti salat Idul Fitri. Acara dilanjutkan dengan syukuran di tenda administrasi dengan menu khusus opor ayam sumbangan dari para dokter senior.
Mesak Ome, dari bagian gizi RSLI mengatakan, menu pasien cukup spesial. Yakni menu gudeg Jogja. ”Ini dimaksudkan supaya mereka turut merasakan kegembiraan di hari Lebaran ini.” ujar Mesak.
Mengedepankan konsep Be Happy RSLI tetap memberikan layanan yang ditujukan untuk memberikan rasa nyaman dan kegembiraan kepada semua pasien. Dengan demikian diharapkan pasien dapat meningkat imunitas dan segera mendapatkan fase kesembuhan. Konsep yang diterapkan sejak awal dioperasikannya RSLI itu telah terbukti dengan menyembuhkan lebih dari 7.013 pasien, termasuk 31 orang PMI.
Hampir satu tahun RSLI beroperasi, melayani 7.336 pasien, menyembuhkan 7.013 penyintas covid-19, dengan angka kematian (hanya) 1 orang. Saat ini, masih merawat 50 pasien baik dari umum maupun PMI. RSLI dilibatkan dalam satgas penanganan PMI Jawa Timur dalam pelayanan bagi PMI yang positif Covid-19.
Dari rencana sekitar 14 ribu PMI yang masuk Jatim, data di relawan pendamping PPKPC-RSLI tercatat setidaknya 8.498 sudah masuk di Jawa Timur. Mereka kebanyakan dari Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Brunei Darussalam.
Sebanyak 66 di antaranya dirawat di RSLI karena terkonfirmasi positif Covid-19. Dari jumlah itu, 35 orang sudah dinyatakan sembuh dan bisa pulang, melanjutkan isolasi mandiri menggenapi 14 hari di tempat tinggal masing-masing dengan perjalanan yang dipantau Dishub Jatim dan dimonitor Dinkes Jatim dan dinkes kota setempat.

Kapolri Kenang Warisan Bung Karno, Tegaskan Semangat Pemimpin Bangsa Harus Terus Dijaga
Prediksi Skor Ekuador vs Curacao di Piala Dunia 2026: La Tri Wajib Menang demi Lolos ke Babak 32 Besar
Prediksi Skor Jerman vs Pantai Gading di Piala Dunia 2026: Ujian Sesungguhnya Die Mannschaft di Grup E
BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
Gabriel Budi Blak-blakan, Agen Pemain Persebaya Surabaya Ungkap Sosok Paling Berkesan
Prediksi Susunan Pemain Timnas Brasil vs Haiti: Danilo Ingin Selecao Kuasai Permainan
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Jadwal Moto3 Ceko 2026! Veda Ega Pratama P14 dan Langsung Lolos Q2
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
