Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 13 November 2020 | 00.48 WIB

Peta Zona Risiko Covid-19 di Jatim Masih Fluktuatif

Ilustrasi: CHIS/JAWA POS - Image

Ilustrasi: CHIS/JAWA POS

JawaPos.com – Bak roller coaster. Seperti itulah fluktuasi peta risiko persebaran Covid-19 di Jawa Timur (Jatim). Sejumlah kabupaten/kota yang semula masuk risiko rendah kini naik menjadi risiko sedang.

Sebaliknya, ada juga daerah risiko sedang yang beralih ke rendah. Yang sedikit melegakan, penambahan jumlah pasien sembuh hingga kini tetap tinggi.

Berdasar data terbaru BNPB, tidak ada perubahan jumlah zona pada peta risiko persebaran Covid-19 di 38 kabupaten/kota di Jatim. Perinciannya, 13 daerah berstatus zona kuning dan 25 daerah berstatus zona oranye. Namun, daerahnya berubah. Pekan lalu Trenggalek, Bojonegoro, dan Kota Madiun berstatus zona kuning. ”Sekarang menjadi oranye,” kata Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril.

Sebaliknya, ada daerah berstatus zona oranye yang menjadi kuning pekan ini. Yaitu, Nganjuk, Sumenep, dan Kota Blitar. Perubahan seperti itu bisa terjadi pada daerah lainnya. ”Semua bergantung kepada warganya,” ungkap dia.

Penilaian kasus Covid-19 itu terdiri atas beberapa elemen. Turunnya angka kasus positif aktif belum tentu bisa diartikan bahwa Covid-19 telah selesai. Faktor lain bisa memengaruhi munculnya kasus baru. Karena itu, pemerintah provinsi tidak pernah mengurangi intensitas penanganan Covid-19 di lapangan. Tracing, testing, dan treatment tetap dimaksimalkan. Terbaru, pemerintah provinsi memiliki target testing 40 ribu per pekan. ”Saat ini masih 25–30 ribu tes per pekan,” ungkapnya.

Semakin banyak testing, semakin banyak yang terungkap. Potensi persebaran virus pun semakin sempit. Langkah tersebut diiringi penerapan standar protokol kesehatan di masyarakat. ”Kami tetap optimistis angka kasus positif aktif Covid-19 bisa turun di bawah 1 persen,” tuturnya.

Sikap optimistis itu juga didorong prediksi Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga bahwa akhir November angka kasus positif aktif bisa turun hingga di bawah 1 persen. Prediksi tersebut berdasar beberapa fakta. Salah satunya, pertambahan kasus positif Covid-19 selalu lebih rendah daripada angka pasien sembuh. Selain itu, masyarakat mulai disiplin menerapkan standar protokol kesehatan. Aturan itu juga berlaku di semua layanan masyarakat. Artinya, setiap individu semakin ketat menjaga dirinya dari potensi penularan Covid-19.


Data terakhir menunjukkan bahwa jumlah kasus positif kumulatif di Jatim mencapai 55.305 kasus. Ada pertambahan 168 kasus positif. Jumlah pasien sembuh bertambah 186 orang. Total, ada 49.299 pasien. Angka kematian bisa ditekan. Yakni, berada di angka 3.951 orang. 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=7_HOqxTHCU0&ab_channel=jawapostvofficial

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore