
Photo
JawaPos.com – Proses seleksi bakal calon wali kota (bacawali) di Gerindra berakhir. Ada empat nama kandidat yang dinyatakan lolos. Dalam waktu dekat, partai mengumumkan mitra koalisi untuk mengusung salah satu calon yang direkomendasikan.
Berdasar hasil penilaian tim penjaringan, Machfud Arifin berada di peringkat pertama. Kemudian, Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans menempati peringkat kedua. Peringkat ketiga ada Hariyanto, lalu dokter Gamal Albinsaid di posisi keempat.
Kemarin (11/1) empat kandidat tersebut beradu visi-misi di hadapan para pengurus di tingkat DPD (dewan pimpinan daerah), DPC (dewan pimpinan cabang), hingga PAC (pengurus anak cabang). Hanya Gus Hans yang tidak bisa hadir karena masih dalam perjalanan dari Korea ke Surabaya.
Wakil ketua DPD Golkar Jatim itu menyampaikan visi-misinya dengan cara teleconference. Ketika dikonfirmasi, Gus Hans menyatakan akan mengikuti apa pun keputusan partai. ’’Jika memang tidak ke saya, saya bisa memaklumi karena saya sadar tahapan visi-misi ini cukup penting,’’ ucapnya.
Saat pemaparan visi-misi, Ketua DPC Peradi Surabaya Hariyanto memiliki gagasan untuk memperbaiki empat hal. Yakni, sektor pendidikan, kesehatan, lapangan kerja, dan transportasi masal.
Menurut dia, pendidikan berkaitan erat dengan pembangunan SDM (sumber daya manusia). Program tersebut menyelaraskan program yang digadang-gadang Presiden Joko Widodo. ’’Jadi, kami match-kan ke sana,’’ jelasnya.
Sementara itu, Machfud Arifin punya gagasan meningkatkan kualitas layanan kesehatan dan pendidikan. Menurut dia, Surabaya yang merupakan ibu kota Jawa Timur harus memiliki rumah sakit dengan kualitas layanan terbaik.
Di sektor transportasi masal, mantan Kapolda Jatim itu menyatakan gelisah dengan pertumbuhan kendaraan yang semakin tahun terus bertambah. ’’Dalam setahun ada 100 ribu kendaraan baru. Solusi agar tidak sampai macet seperti di Jakarta hanya dengan mass transportation,’’ papar pensiunan jenderal bintang dua itu.
Di sisi lain, dokter Gamal memiliki program unggulan di bidang kesehatan. Dia bertekad untuk mewujudkan program BPJS Kesehatan gratis untuk semua kelas. ’’Kami sudah simulasikan itu. Dengan kekuatan APBD kita yang mencapai Rp 10 triliun, saya rasa itu bisa direalisasikan,’’ jelasnya.
Jika belum mencukupi, dia menyatakan punya alternatif lain. Lulusan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya, Malang, itu mengatakan sudah lama menjalankan program kesehatan gratis dengan sistem pembayaran alternatif. Yakni, menggunakan sampah. ’’Itu bisa diterapkan juga di Surabaya,’’ tuturnya.
Secara terpisah, Ketua DPD Gerindra Jatim Soeprayitno menyatakan bahwa empat nama yang dinyatakan lolos merupakan hasil seleksi dari tim penjaringan di tingkat DPC. Mereka dianggap memiliki nilai paling unggul dibandingkan para kandidat lainnya. ’’Nah, empat nama itu akan digodok lagi di DPD dan memunculkan satu nama. Satu nama itulah yang akan dikirim ke DPP (dewan pimpinan pusat),’’ ucapnya.
Anggota Komisi XI DPR itu menjamin nama yang akan dikirim ke DPP tidak akan berubah. Artinya, rekomendasi akan diberikan kepada kandidat terbaik berdasar penjaringan DPC dan atas pertimbangan DPD. ’’Karena Gerindra mencari calon itu dari bawah. Tidak akan berubah, nanti sama (yang diusulkan dengan yang direkomendasi, Red),’’ paparnya.
Soeprayitno menyadari bahwa partainya tidak bisa mengusung calon sendiri. Sebab, Gerindra hanya memiliki lima kursi di DPRD Surabaya. Padahal, syarat minimal untuk mengusung calon adalah 10 kursi di parlemen.
Pria yang pernah menjabat anggota dewan pembina DPP Partai Gerindra itu menuturkan sudah berkomunikasi politik cukup intens dengan beberapa partai. Bahkan, dia mengatakan sudah ada yang mencapai kesepakatan untuk berkoalisi. ’’Akhir Januari ini diumumkan sekaligus kandidat yang akan diusung,’’ katanya.
Dia memastikan kader Gerindra akan mendukung siapa pun calon yang diusulkan dan direkomendasikan DPP. Kader partai di tingkat DPC sampai PAC akan berjuang untuk memenangkan calon tersebut. ’’Kami punya kader yang militan dan tujuan kami adalah menang,’’ paparnya.
---
Tahapan Seleksi Bacawali Gerindra
1. Sudah ada empat nama kandidat dengan nilai terbaik.
2. Pengurus DPC mengirimkan empat nama ke DPD.
3. DPD memberikan pertimbangan untuk mencari satu nama terbaik.
4. Satu nama itu akan dikirim ke DPP sekaligus dimintakan rekomendasi.
Diolah dari berbagai sumber

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
