Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Desember 2020 | 03.05 WIB

Wali Kota Risma Resmikan Kompleks Sentra Ikan Romokalisari

Risma memberikan kepiting sebagai simbol peresmian pembukaan TPI Romokalisari. Istimewa - Image

Risma memberikan kepiting sebagai simbol peresmian pembukaan TPI Romokalisari. Istimewa

JawaPos.com–Pemerintah Kota Surabaya memberdayakan lahan di sekitar Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Romokalisari, Jalan Tambak Osowilangun, Surabaya. Tempat tersebut dibangun dan dikelola hingga menjadi destinasi wisata dan kuliner di Surabaya.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meresmikan tempat tersebut pada Kamis (10/12). Perpaduan antara wisata kuliner, wisata bahari, dan pasar apung, di Kompleks Sentra Ikan Romokalisari diharapkan makin memberikan dampak positif kepada warga sekitar.

”Mudah-mudahan ini bisa bermanfaat bagi seluruh warga, khususnya para nelayan sekitar,” tutur Risma.

Risma juga mengajak seluruh pedagang, nelayan, dan warga tetap menjaga kebersihan. Baik dari sisi makanan maupun stan-stan. Agar banyak wisatawan dan warga jalan-jalan dan berkunjung ke pasar.

”Kalau semakin banyak orang datang, artinya kita punya pasar, akan semakin banyak pembeli. Ini sudah ditata bagus jangan kemudian kita tidak menjaga kebersihan. Nanti orang tidak mau ke sini lagi,” ujar Risma.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya itu menyatakan, salah satu modal dalam menarik pengunjung adalah dengan menjaga kebersihan. Itu tugas seluruh pihak untuk menjaga. ”Modal utama adalah bersih, termasuk makanan kita. Sekali lagi kita harus mau berubah. Berubah untuk lebih baik bukan untuk lebih jelek. Kalau sudah ada akses, artinya Tuhan telah membuka pintu kita,” kata Risma.

Dia menjelaskan, membangkitkan destinasi bukan hanya sekadar menyiapkan fasilitas. Namun juga manajemen pengelolaan. Ke depannya, pemkot menyiapkan pelatihan kepada para pedagang di kompleks Sentra Ikan Romokalisari.

”Misal bagaimana mengelola masakan, karena kalau itu tidak dilakukan akan susah untuk menarik pembeli. Karena itu kan satu paket antara panorama, pemandangan, dengan kuliner. Karena itu harus ada training untuk bagaimana mengolah makanan sehingga orang (pembeli) mau kembali,” papar Risma.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya Yuniarto Herlambang mengungkapkan, ada beberapa potensi yang dikembangkan di kompleks Sentra Ikan Romokalisari. Salah satunya adalah budidaya kepiting soka.

”Karena memang potensi di sini, di Pulau Galang, itu juga banyak kepiting. Nanti mereka (nelayan) tangkap terus dimasukkan ke dalam kumbung-kumbung (keramba) tadi untuk budidaya kepiting soka,” kata Herlambang.

Selain budidaya kepiting soka, DKPP menjanjikan pemberdayaan nelayan sekitar. Caranya dengan memanfaatkan perahu nelayan untuk dijadikan wisata air di saat weekend. ”Nanti Sabtu-Minggu warga bisa memanfaatkan wisata perahu. Jadi nelayan-nelayan Romokalisari ini kita berdayakan. Ada 14 Kelompok Usaha Bersama (KUB) nelayan di sini. Ini yang kita maksimalkan,” terang Herlambang.

Dia menambahkan, tempat pelelangan ikan juga jadi fokus utama. Sehingga pihaknya akan berkolaborasi dengan nelayan dan pedagang untuk meningkatkan kunjungan wisatawan.

”Mereka juga harus kerja sama dengan kita sungguh-sungguh, kalau tidak gitu, mati lagi nanti. Jadi peran serta nelayan sekitar harus ditingkatkan, kerja sama kecamatan, kelurahan, warga Rusun Romokalisari juga,” tutur Herlambang.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=QplkA6GSHmo

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore