
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com - Tingkat bed occupancy ratio (BOR) di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) terus menurun. Rabu (8/9) jumlah pasien Covid-19 yang dirawat tinggal 157 orang. Meski demikian, langkah antisipasi tetap dilakukan. Jangan sampai kecolongan dengan merebaknya Covid-19 varian baru, Mu.
Penanggung Jawab RSLI Laksamana Pertama TNI dr Ahmad Samsulhadi MARS mengatakan, saat ini kelebihan kapasitas pasien berhasil teratasi. Pasien inden sudah tidak lagi terjadi.
Kemudian, tingkat kesembuhan pasien mencapai 9.631 orang. Sebanyak 80 pasien gejala berat, 222 pasien gejala sedang, dan 6.484 bergejala ringan berhasil ditangani.
’’Kondisinya semakin baik. Jumlah pasien yang sembuh jauh lebih banyak dibandingkan pasien yang masuk,’’ kata dr Ahmad Samsulhadi.
Namun, langkah antisipasi tetap dilakukan. Apalagi saat ini pasien didominasi PMI Jawa Timur. Yaitu, mencapai 95 persen dari total 157 pasien yang dirawat. Kebanyakan berada dalam kondisi cycle threshold (CT) value di bawah 25.
’’Bahkan, ada satu pasien yang CT value-nya sangat rendah, yaitu 1,8. Padahal, pasien sudah dirawat selama 12 hari. Seharusnya, CT value-nya di atas 25,’’ ujarnya. Karena itu, pihaknya khawatir adanya pasien yang terpapar varian baru.
Masih di lokasi yang sama, spesialis patologi klinis RSLI dr Fauqa Arinil Aulia menjelaskan, fenomena baru terjadi di lingkungan kerjanya. Yakni, beberapa pasien memiliki CT value sangat rendah. Padahal, mereka sudah dirawat hingga 14 hari.
”Pada awal dirawat, CT value-nya bagus. Tapi di minggu kedua dirawat, justru CT value mereka rendah. Di bawah 25, bahkan sampai 5,’’ ucapnya.
Untuk meneliti kondisi itu, pengujian sampel darah dilakukan. Sebanyak 78 pasien telah diambil sampel untuk whole genome sequencing (WGS). Tujuannya, mengetahui lebih detail karakteristik virus. Sampel diperiksa di Laboratorium EDC Kampus C Unair.
Pihaknya khawatir pasien terpapar virus varian Mu. Virus tersebut telah menjangkiti 39 negara. Meski adanya rasa kekhawatiran, pihaknya optimistis bisa mengatasinya. Sebab, virus Mu tidak seganas virus varian Delta.
”Varian Mu masih termasuk varian of interest (VoI). Urutan karakter dasarnya masih sama, tidak mengubah sifat dasar virus. Jadi, tidak perlu terlalu dirisaukan. Kami menangani pasien secara holistik dan terus memonitor apakah pasien dengan CT value rendah masuk varian baru lagi atau tidak,’’ ujarnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
