
Ilustrasi memerangi virus Korona (Adnan Reza Maulana/Jawa Pos)
JawaPos.com – Pemprov Jatim mengikuti ketetapan pemerintah pusat terkait rencana penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Kebijakan itu berlaku di Surabaya Raya dan Malang Raya.
Penetapan disampaikan Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta kemarin. ”Dua wilayah ini (Malang Raya dan Surabaya Raya, Red) mendapat atensi dari pemerintah pusat,’’ katanya di Kantor Gubernur Jatim, Jumat (8/1).
Lelaki dengan bintang dua tersebut menegaskan, pemerintah memiliki data tersendiri tentang Surabaya Raya dan Malang Raya. Karena itu, dua wilayah tersebut dianggap perlu penerapan PSBB.
Nico menambahkan, PSBB memang diterapkan pada dua wilayah tersebut. Tapi, pelaksanaannya diharapkan berlangsung di semua daerah. Misalnya, pembatasan aktivitas dan disiplin menerapkan standar protokol kesehatan. ”Kami akan meningkatkan yustisi di masyarakat,’’ tegasnya.
Dia menjelaskan beberapa aturan yang diberlakukan selama dua pekan sejak 11 Januari nanti. Antara lain, aktivitas pertokoan, perkantoran, dan sejenisnya berhenti pukul 19.00. Kebijakan tersebut hampir sama dengan penerapan jam malam. ”Tidak ada aktivitas lagi setelah jam itu,” ucapnya.
Sebelumnya, Pemkot Surabaya mengajukan keberatan terhadap instruksi tersebut. Sebab, berdasar peta zona risiko, wilayah Surabaya Raya masuk zona oranye. Begitu juga dengan Malang Raya, semuanya masuk zona oranye.
Sementara itu, daerah di Jawa Timur yang masuk zona merah ada tiga. Yakni, Blitar, Ngawi, dan Lamongan. Namun, pemerintah pusat justru tidak menerapkan pada tiga daerah tersebut.
Penambahan kasus tertinggi kemarin adalah Kota Mojokerto. Ada 74 kasus positif di kota tersebut. Berbeda dengan Surabaya yang hanya 42 kasus positif, Sidoarjo 29 kasus, dan Gresik 18 kasus positif. Penambahannya tidak setinggi daerah lain yang tidak ditetapkan pemberlakuan PSBB.
Baca Juga: Ringgo Ngaku Manajer Proyek Tol, Pesan Semen Rp 1,5 M Tapi Tidak Bayar
Di sisi lain, Gubernur Khofifah Indar Parawansa resmi menerapkan PSBB di lingkungan pemprov. Orang nomor satu di Jatim tersebut telah mengeluarkan surat edaran bernomor 800/120/204.3/2021.
Lewat kebijakan itu, setiap hari hanya 25 persen ASN yang beraktivitas di kantor. Selebihnya bekerja dari rumah. Sistem tersebut berlangsung secara bergantian. Surat edaran tersebut ditindaklanjuti kepala daerah di Jawa Timur. Terutama, daerah yang memberlakukan PSBB.
---
PENERAPAN PSBB DI JATIM
Daerah yang diberlakukan:
- Surabaya Raya (meliputi Surabaya, Sidoarjo, Gresik)
- Malang Raya (meliputi Kabupaten Malang, Kota Malang, dan Kota Batu)
Pembatasan Meliputi:
- Aktivitas saat malam
- Jumlah personel di lingkungan kerja
- Pelanggaran disiplin protokol kesehatan
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=C1yV8JP9OMo

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
