
New Man sedang mensosialisasikan protkol kesehatan di sentra kuliner G-Walk, Citraland, kemarin (9/1).
JawaPos.com–Sosialisasi lawan Covid-19 terus dilakukan Pemerintah Kota Surabaya. Ikon lawan Covid-19, New Man yang diperankan Camat Sawahan M. Yunus berkeliling kawasan kuliner GWalk pada Sabtu (9/1).
New Man menyisir sepanjang GWalk didampingi tim Rusa. Berbekal alat pengeras suara, dia terus mengingatkan pengunjung untuk menggunakan masker dan menjaga jarak. Salah satu poin pesan yang disampaikan adalah tetap mengenakan masker ketika ngobrol.
”Hari ini (9/1), seperti biasa New Man turun ke keramaian untuk menyosialisasikan protokol kesehatan. Ternyata tadi masih ada yang nongkrong. Setelah makan maskernya nggak segera dipakai. Mudah-mudahan setelah New Man datang masyarakat lebih disiplin,” ujar M. Yunus.
New Man tak henti-hentinya mengingatkan warga untuk tetap menjaga diri dari potensi penularan Covid-19. Terlebih lagi saat ini, Pemkot Surabaya sudah memberlakukan Perwali 67. Dalam perwali tersebut, Pemkot Surabaya memberlakukan denda bagi warga yang tidak melakukan protokol kesehatan.
Sosialisasi New Man akan didasarkan pada perwali. Bila New Man datang dan warga tidak menggunakan masker, akan diingatkan. Namun, bila operasi yustisi, warga akan dikenakan denda Rp 150.000 per orang.
”Perwali 67 sudah diberlakukan. Cuma untuk penindakan itu bukan tugas New Man, tapi camat masing-masing. Kalau saya jadi New Man, saya sosialisasi. Kalau jadi camat saya akan penindakan,” ujar M. Yunus.
Ketika ditanya sampai kapan melakukan sosialisasi, New Man alias Yunus menegaskan, akan terus berlangsung hingga Covid-19 berakhir.
”Akan terus berlangsung sampai selesai. Mudah-mudahan Covid-19 segera selesai. Kalau selesai, tugas New Man selesai. Kalau belum, lanjut. Jadi warga ingat New Man ingat prokes,” kata M. Yunus.
Sebelumnya, New Man sudah berkeliling ke berbagai tempat. Di antaranya Kebun Binatang Surabaya (KBS), Tunjungan Plaza, serta Pasar Keputran. Dari kunjungan tersebut, dia menilai 90 persen warga sudah menggunakan masker.
”Tapi kadang nggak bener. Ada yang diplorot. Tadi ada yang habis makan ngobrol dulu masker nggak dipakai. Jadi silakan makan. Kalau ngobrol pakai dulu maskernya,” tutur M. Yunus.
Dia berencana datang ke Pasar Modern dan Pasar Loak. ”Kemungkinan minggu depan. Kami mohon ayo patuhi prokes. Bukan berarti denda untuk memberatkan. Kami nggak berharap mendenda. Kami ingin masyarakat patuh,” ucap M. Yunus.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=zcxRY_FE2_A

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
