Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 8 Oktober 2020 | 02.11 WIB

Machfud Arifin Siapkan Program UMKM di Eks-Lokalisasi Dolly

Photo - Image

Photo

JawaPos.com–Sejak ditutup pada 2014, lokalisasi Dolly masih banyak menemui masalah. Hal itu disampaikan Nirwono Supriadi, ketua RT 2 Putat Jaya ketika mengikuti webinar bertajuk Nasib Eks Lokalisasi Pasca Kepemimpinan Bu Risma.

Nirwono mengatakan, pemkot serius menutup lokalisasi. Namun, selama ini warga merasa pemkot hanya fokus merevitalisasi secara fisik. ”Perekonomian kurang diperhatikan. Kan banyak warga yang terdampak. Misalnya, penjual nasi. Sejak ditutup 6 tahun lalu, sampai sekarang nggak ada kemajuan,” uajr Nirwono.

Menurut dia, sejak dulu perekonomian masyarakat kurang diperhatikan. Selain itu, masalah mental remaja dan keberlangsungan pendidikan di sekitar kampung juga kurang dibangun pemkot.

”Anak SD tidak diperhatikan. Orang cuma tahu kalau satu Gang Dolly yang ditutup. Otomatis bantuan dan perhatian cuma tercurahkan di Gang Dolly. Padahal, warga Putat Jaya yang paling banyak terdampak,” ungkap Nirwono.

Menanggapi curhatan tersebut, calon wali kota Machfud Arifin mengatakan bahwa ada 3 program yang akan diterapkan di wilayah eks-lokalisasi Dolly. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan perekonomian warga. ”Warga akan diajak untuk membuat UMKM. Sistem utamanya ada tiga. Permodalan, pelatihan, dan pemasaran. Jangan dibiarkan tanpa aktivitas. Apalagi disalahkan karena tidak mampu mengatur perekonomiannya sendiri. Itu salah besar,” tutur Machfud, yang juga alumnus SMPN 1 Surabaya itu.

Machfud mengatakan, ketika blusukan ke wilayah tersebut, masih menemukan banyak warga yang seharusnya diperhatikan pemerintah. ”Ada banyak warga yang terdampak walaupun mereka tidak terjun langsung dalam bisnis esek-esek. Tapi warga yang misalnya punya warung, punya restoran, mereka kan terdampak. Pemkot harus memfasilitasi. Misalnya dengan pelatihan, pembimbingan, dan membukakan jalan keluar,” terang Machfud.

Menurut mantan Kapolda Jawa Timur itu, dengan menjadi wali kota, dia akan memperhatikan seluruh jenis UMKM. Tidak hanya makanan, namun didasarkan pada passion masyarakat. ”Nggak cuma produk UMKM makanan, tapi tergantung passion warganya. Jadi kalau sebelum pelatihan ditanya mau apa. Kalau sudah pelatihan, ditanyakan idenya seperti apa, baru diberikan modal, dibimbing dan dibantu untuk memasarkan produknya. Jangan sampai cuma bisa di Surabaya. Tapi harus sampai provinsi dan nasional. Internasional juga bisa, dong!” ucap Machfud.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=aCvbwI3399Q&ab_channel=JawaPos

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore