
Photo
JawaPos.com–Sejak ditutup pada 2014, lokalisasi Dolly masih banyak menemui masalah. Hal itu disampaikan Nirwono Supriadi, ketua RT 2 Putat Jaya ketika mengikuti webinar bertajuk Nasib Eks Lokalisasi Pasca Kepemimpinan Bu Risma.
Nirwono mengatakan, pemkot serius menutup lokalisasi. Namun, selama ini warga merasa pemkot hanya fokus merevitalisasi secara fisik. ”Perekonomian kurang diperhatikan. Kan banyak warga yang terdampak. Misalnya, penjual nasi. Sejak ditutup 6 tahun lalu, sampai sekarang nggak ada kemajuan,” uajr Nirwono.
Menurut dia, sejak dulu perekonomian masyarakat kurang diperhatikan. Selain itu, masalah mental remaja dan keberlangsungan pendidikan di sekitar kampung juga kurang dibangun pemkot.
”Anak SD tidak diperhatikan. Orang cuma tahu kalau satu Gang Dolly yang ditutup. Otomatis bantuan dan perhatian cuma tercurahkan di Gang Dolly. Padahal, warga Putat Jaya yang paling banyak terdampak,” ungkap Nirwono.
Menanggapi curhatan tersebut, calon wali kota Machfud Arifin mengatakan bahwa ada 3 program yang akan diterapkan di wilayah eks-lokalisasi Dolly. Program tersebut ditujukan untuk meningkatkan perekonomian warga. ”Warga akan diajak untuk membuat UMKM. Sistem utamanya ada tiga. Permodalan, pelatihan, dan pemasaran. Jangan dibiarkan tanpa aktivitas. Apalagi disalahkan karena tidak mampu mengatur perekonomiannya sendiri. Itu salah besar,” tutur Machfud, yang juga alumnus SMPN 1 Surabaya itu.
Machfud mengatakan, ketika blusukan ke wilayah tersebut, masih menemukan banyak warga yang seharusnya diperhatikan pemerintah. ”Ada banyak warga yang terdampak walaupun mereka tidak terjun langsung dalam bisnis esek-esek. Tapi warga yang misalnya punya warung, punya restoran, mereka kan terdampak. Pemkot harus memfasilitasi. Misalnya dengan pelatihan, pembimbingan, dan membukakan jalan keluar,” terang Machfud.
Menurut mantan Kapolda Jawa Timur itu, dengan menjadi wali kota, dia akan memperhatikan seluruh jenis UMKM. Tidak hanya makanan, namun didasarkan pada passion masyarakat. ”Nggak cuma produk UMKM makanan, tapi tergantung passion warganya. Jadi kalau sebelum pelatihan ditanya mau apa. Kalau sudah pelatihan, ditanyakan idenya seperti apa, baru diberikan modal, dibimbing dan dibantu untuk memasarkan produknya. Jangan sampai cuma bisa di Surabaya. Tapi harus sampai provinsi dan nasional. Internasional juga bisa, dong!” ucap Machfud.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=aCvbwI3399Q&ab_channel=JawaPos

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
