
Photo
JawaPos.com - Universitas Airlangga (Unair) berhasil meraih prestasi akreditasi internasional program studi (prodi) terbanyak kedua di Indonesia. Total ada 40 prodi yang telah mendapat akreditasi internasional. Data tersebut dirilis langsung oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti).
Dalam data itu, Unair berhasil menduduki peringkat kedua prodi terbanyak terakreditasi internasional. Posisi pertama diraih Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan 65 prodi terakreditasi internasional. Ketua Badan Penjaminan Mutu Unair Prof Sukardiman menyatakan, capaian akreditasi internasional tersebut tentu tidak terlepas dari kerja keras seluruh pihak. Baik pimpinan di jajaran rektorat Unair maupun pimpinan di lingkungan kampus. ’’Ini hasil dari usaha semua pihak,’’ katanya.
Dari 40 prodi yang telah terakreditasi internasional, Unair memperoleh dari lembaga akreditasi internasional yang kredibel. Perinciannya, 17 prodi terakreditasi ASEAN University Network-Quality Assurance (AUN-QA). Lantas, delapan prodi dari Accreditation Agency for Degree Programs in Engineering, Informatics/Computer Science, the Natural Sciences and Mathematics (ASIIN). Ada satu prodi dari The Alliance on Business Education and Scholarship for Tomorrow (ABEST) serta 14 prodi dari Accreditation Service for International Schools Colleges and Universities (ASIC).
Sukardiman menuturkan, akreditasi internasional tersebut adalah salah satu program kerja utama di seluruh fakultas. Upaya pemerataan pun akan terus dilakukan untuk mencapai world class university (WCU) atau kelas 500 dunia. ’’Kami juga sudah menyiapkan kandidat-kandidat prodi yang akan direkognisi internasional oleh lembaga yang kredibel di luar negeri sesuai bidang keilmuannya,’’ katanya.
Dalam waktu dekat, Unair membuat pengajuan untuk beberapa prodi yang siap menyusul 40 prodi yang lain. Yakni, prodi di bawah fakultas hukum, fakultas psikologi, dan fakultas ilmu budaya. ’’Kami segera melakukan submit prodi-prodi yang sudah siap,’’ ujarnya.
Menurut Sukardiman, meningkatnya jumlah prodi yang terakreditasi tersebut memiliki dampak besar bagi lingkungan pendidikan Unair. Salah satunya adanya peningkatan jumlah mahasiswa asing yang masuk Unair setiap tahun. Bukan hanya itu, fasilitas-fasilitas pun terus meningkat. ’’Seperti fasilitas-fasilitas untuk mendukung kurikulum dan pembelajaran yang ramah difabel di lingkungan kampus,’’ kata dia.
Sukardiman menambahkan, ke depan Unair berfokus pada capaian akreditasi untuk prodi S-2, S-3, dan spesialis. Tujuannya, menyiapkan lulusan mahasiswa berkualitas dan kompeten. ’’Saat ini sudah 23 persen dari 168 prodi yang ada di Unair telah terakreditasi internasional,’’ jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
