
Photo
JawaPos.com- Sidang kasus pembunuhan sadis kakak beradik Derafani Anjani (DFA), 20, dan DC, 13, di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo, hampir tuntas. Kamis (3/2), jaksa menuntut terdakwa Heru Erwanto dengan pidana seumur hidup. Jaksa menyatakan, terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 339 KUHP.
Dalam tuntutan, jaksa Andik Susanto menyebutkan hal yang memberatkan bagi terdakwa. Salah satunya adalah perbuatannya telah membuat dua anak meninggal. Tindakan itu menimbulkan duka mendalam bagi orang tua dan keluarga mereka. ”Pertimbangan yang meringankan tidak ada,” ujar Andik.
Sidang tuntutan di ruang Candra PN SIdoarjo itu berlangsung tidak lama. Hanya sekitar 10 menit. Heru mengikuti sidang secara online. Dia berada di Lapas Kelas II-A Sidoarjo. Saat jaksa membacakan tuntutan, dia mendengarkannya dengan saksama. Matanya juga tertuju pada layar monitor komputer selama sidang berlangsung.
Affandi Widarijanto, ketua majelis hakim, lantas bertanya kepada Heru. Terdakwa 25 tahun itu menyatakan mengerti isi tuntutan jaksa. ”Apakah ada hal yang ingin disampaikan?” tanya Affandi.
Heru langsung menjawab bahwa dirinya meminta keringanan hukuman. Namun, karena tuntutan yang diberikan kepadanya cukup tinggi berupa hukuman seumur hidup, dia diminta membuat nota pembelaan (pleidoi) secara tertulis.
Pembelaan itu bisa diajukan kuasa hukum. Heru juga dapat membuat pembelaan pribadi secara tertulis. Hakim memberikan waktu selama sepekan untuk menyiapkan pembelaan tersebut.
Dalam dakwaan disebutkan, perbuatan keji Heru dilakukan pada Senin, 6 September 2021. Sekitar pukul 16.00 WIB, dia mendatangi rumah orang tua korban di Dusun Wedoro Sukun, Kecamatan Waru.
Saat itu, DC, anak bungsu yang berada di rumah, membuka pintu rumah. Heru meminta bocah 13 tahun tersebut untuk membuka pintu pagar. Heru ingin berjumpa dengan DFA.
Pada pukul 17.30, DFA yang mahasiswi itu tiba di rumah dengan mengendarai sepeda motor. Heru meminta DFA memberi tahu ibunya untuk tidak lagi menyindir. Namun, DFA meminta Heru menyampaikannya sendiri. Akhirnya, DFA meminta Heru pergi dari rumah. Namun, Heru malah memegang tangan DFA hingga dia mengusir Heru. Dan, singkat cerita, terjadilah pembunuhan sadis yang mengundang perhatian publik itu.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Robot Humanoid Tiongkok Kalahkan Rekor Lari Usain Bolt, Lalu Terbakar
Prediksi Skor Malaga vs Deportivo La Coruna di Liga Spanyol: Super Depor Bisa Curi Poin
Prediksi Skor Getafe vs Racing Santander di Liga Spanyol 2026/2027: Azulones Rawan Kecolongan!
Prediksi Skor Brighton & Hove Albion vs Aston Villa di Liga Inggris 2026/2027: Laga Berakhir Imbang!
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Groningen di Liga Belanda: Boeren Enggan Malu di Kandang!
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Tak Hanya Jenderal TNI-Polri, Pengusaha Haji Isam Dikabarkan Dapat Tugas Tangani Karhutla di Kalsel
Prediksi Skor Rennes vs Paris Saint-Germain di Liga Prancis 2026/2027: Les Parisiens Bisa Kesulitan!
Prediksi Skor Atletico Madrid vs Villarreal di Liga Spanyol 2026/2027: Los Rojiblancos Diunggulkan!
