Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 4 Juni 2021 | 05.28 WIB

Dewan Kaget, Kebocoran Air PDAM Gresik sampai 40 Persen

DALAM SOROTAN: Komisi II DPRD Gresik menggelar rapat evaluasi untuk meminta laporan kinerja triwulan I direksi Perumda Giri Tirta. (Ludry Prayoga/Jawa Pos) - Image

DALAM SOROTAN: Komisi II DPRD Gresik menggelar rapat evaluasi untuk meminta laporan kinerja triwulan I direksi Perumda Giri Tirta. (Ludry Prayoga/Jawa Pos)

JawaPos.com - DPRD Gresik terkejut dengan laporan Perumda Giri Tirta selama triwulan I tahun anggaran 2021. Betapa tidak, data laporan kebocoran air terbilang fantastis. Yakni, mencapai 4.581.240 meter kubik (m³). Padahal, total produksi dan distribusi salah satu BUMD itu 11.465.902 m³. Artinya, kebocoran lebih dari 40 persen.

Laporan terungkap dalam rapat evaluasi Komisi II DPRD Gresik dengan direksi Perumda Giri Tirta, Rabu (2/6). ’’Selama triwulan I saja, kebocorannya sudah sangat tinggi. Bisa terancam bangkrut kalau tidak ditangani dengan benar,” ungkap Sekretaris Komisi II DPRD Gresik Lilik Hidayati.

Di hadapan para wakil rakyat, direksi Perumda Giri Tirta menyebutkan bahwa kebocoran air tersebut dampak kondisi pipa yang sudah uzur. Selain itu, terkait dengan kinerja manajemen sebelumnya. ’’Bisa dipastikan, kebocoran yang tinggi tidak hanya terjadi di satu titik. Lalu, mana laporan titik kebocorannya? Penyebabnya apa? Lalu, solusinya bagaimana?’’ kata Ketua Komisi II DPRD Gresik Markasim Halim Radianto.

Politikus Partai Gerindra itu juga menyebutkan, kondisi pipa uzur yang dituding sebagai biang kebocoran merupakan alasan klasik. Dalih tersebut terus diulang-ulang dalam setiap rapat evaluasi.

Anggota Komisi II DPRD Gresik Ahmad Kusrianto juga mengkritisi kinerja Perumda Giri Tirta. Politikus PDIP itu meminta direksi memberikan alur peta pipa utama untuk mengetahui titik kebocorannya. Dia menyatakan, kebocoran tidak harus tinggi. Setidaknya harus bisa ditekan.

’’Pergantian pipa uzur seharusnya bisa dilakukan karena ada dana penyusutan di perusahaan. Kenyataannya, dalam laporan disebutkan, dana penyusutan di Perumda Giri Tirta tidak ada alias kosong,’’ ungkapnya.

Yang membuat komisi II semakin gerah, pada saat kebocoran air belum tertangani, belakangan direksi Perumda Giri Tirta berencana menaikkan tarif pelanggan. Tak ayal, dewan pun kompak menolak rencana tersebut. ’’Tidak masuk akal kalau kebocoran air tinggi, tetapi menambah kapasitas produksi. Apalagi, mau menaikkan tarif? Ibaratnya, Anda mengeluarkan biaya, tetapi air hilang,” tegas Wakil Ketua Komisi II DPRD Gresik Syahrul Munir.

Baca Juga: Kakak Dihukum Seumur Hidup, Adik Divonis 18 Tahun

Dalam rapat evaluasi kemarin, kalangan legislatif memberikan rekomendasi agar manajemen Perumda Giri Tirta menekan angka kebocoran air tersebut. Setidaknya di bawah angka 20 persen sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum 20/2006 sembari terus melakukan maintenance atau perbaikan. Angka kebocoran sampai 40 persen itu lebih tinggi daripada rata-rata kebocoran PDAM di Indonesia.

’’Setelah layanan utama beres dan tidak ada keluhan, baru berpikir tentang kenaikan,’’ harap Syahrul. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore