Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 Agustus 2026 | 22.20 WIB

Viral, Runner-up Raka-Raki Jatim Diduga Minta Pacar Aborsi hingga ke Singapura 

Runner-up Raka Riki Jatim Tio Ferdian Rahman diduga meminta pacaranya aborsi. (Tangkapan layar Instagram @ingintauindonesia) - Image

Runner-up Raka Riki Jatim Tio Ferdian Rahman diduga meminta pacaranya aborsi. (Tangkapan layar Instagram @ingintauindonesia)

JawaPos.com - Nama runner-up Raka Raki Jawa Timur 2026 Tio Ferdian Rahman mendadak menjadi perbincangan di media sosial. Pasalnya, Tio diduga meminta pacarnya aborsi kandungan ke Singapura. 

Kasus itu pertama kali mencuat melalui akun instagram @ingintauindonesia. Unggahan akun itu memperlihatkan sejumlah pesan WhatsApp yang diduga antara Tio dengan pacarnya yang membahas terkait rencana aborsi ke dukun anak hingga ke Singapura.

Dalam percakapan itu, Tio nekat meminta pacarnya aborsi karena tidak siap terkena sanksi sosial. 

"Runner-up Raka & Raki Jawa Timur 2026, yang juga Cak & Ning Surabaya 2023 diduga terlibat kasus kekerasan seksual terhadap pacarnya sendiri. Berita ini mencuat setelah ajang pemilihan duta wisata (Raka & Raki) yang diadakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur baru saja selesai," tulis caption Instagram @ingintauindonesia yang dilihat, Senin (10/8). 

"Dalam cuitan di platform X, seorang perempuan yang mengaku pacar dari Tio, terduga pelaku, menyuruh dirinya untuk mengugurkan kandungannya yang masih berusia 12 minggu,. Bahkan dalam pesan singkatnya, Tio sempat kepikiran untuk membawanya ke Singapura demi terhindar dari sanksi sosial," lanjutnya. 

Kasus itu langsung mendapat tanggapan dari Ikatan Raka Raki Jawa Timur dengan mengeluarkan pernyataan sikap yang ditandatangani per tanggal 8 Agustus 2026.

"Terkait Dugaan Tindak Kekerasan Seksual yang Melibatkan Anggota Ikatan Raka Raki Jawa Timur. Kami Ikatan Raka Raki Jawa Timur menyatakan sikap tegas atas dugaan tindakan kekerasan seksual yang melibatkan anggota organisasi. Kami mengecam segala bentuk tindakan kekerasan, pelecehan, atau penyalahgunaan kekuasaan yang melanggar hukum, etika, dan nilai-nilai kemanusiaan," tulis pernyataan Ikatan Raka Raki Jawa Timur yang diunggah di Instagram @rakaraki_jatim.

"Keselamatan, pemulihan, dan kerahasiaan identitas korban adalah prioritas utama bagi kami. Ikatan Raka Raki Jawa Timur membuka saluran aman bagi korban atau saksi lain untuk melapor jika mengalami atau melihat kejadian serupa. Kami memohon maaf dan berkomitmen untuk memperbaiki sistem pencegahan agar kejadian ini tidak terulang kembali di masa depan,"

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore