
Ahli akuntansi keuangan dari Universitas Airlangga, Prof. Zaenal Fanani. (Alfian Rizal/Jawa Pos)
JawaPos.com - Ahli akuntansi keuangan dari Universitas Airlangga, Prof. Zaenal Fanani, menyebut biaya jasa perantara pengadaan tanah yang nilainya melebihi harga tanah merupakan indikasi adanya dugaan kecurangan (fraud).
Pernyataan itu disampaikan saat memberikan keterangan sebagai ahli dalam sidang gugatan PT Java Fortis Corporindo terhadap mantan direkturnya, Nany Widjaja, di Pengadilan Negeri Surabaya.
Dalam persidangan terungkap, harga tanah untuk pengadaan kawasan industri di Jombang sekitar Rp30 miliar. Namun, biaya jasa perantara yang dilaporkan mencapai Rp47 miliar.
Zaenal menjelaskan, dalam praktik akuntansi setiap transaksi harus didukung dokumen yang lengkap dan nilainya harus wajar. Menurut dia, biaya jasa perantara pengadaan tanah umumnya hanya berkisar 1 hingga 2 persen dari nilai transaksi, bahkan kisaran 2,5 hingga 5 persen masih dapat diterima sebagai biaya administrasi.
"Problemnya bukan hanya soal pencatatan, tetapi juga besarannya. Lebih dari 5 persen sudah tidak masuk akal," ujar Zaenal di persidangan.
Ia juga menyoroti adanya dokumen yang baru muncul setelah proses audit dan tidak sesuai dengan dokumen yang diminta auditor saat pelaksanaan Agreed-Upon Procedures (AUP). Kondisi tersebut, menurutnya merupakan indikasi serius adanya fraud.
"Ada dokumen yang kemudian ditemukan, tetapi isinya tidak sesuai dengan yang diminta auditor saat AUP maupun audit laporan keuangan. Itu sudah bermasalah. Saya menyebutnya sebagai indikasi fraud. Ini masalah serius," katanya.
Zaenal menambahkan, opini audit "Wajar Dengan Pengecualian" dalam laporan keuangan perusahaan juga menunjukkan adanya persoalan karena auditor menemukan dokumen yang tidak lengkap.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
7 Kebiasaan yang Bikin Ban Motor Cepat Botak, Mana yang pernah Kamu Lakukan?
Viral Pegawai BGN Sindir Korban Keracunan MBG Sambil Makan Chicken Katsu
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Sudah Tak Jadi Menkeu, Uang Rp 100 Ribu Bertanda Tangan Purbaya Malah Diburu
10 Kali Sidang Kasus Kuota Haji, Saksi Beberkan Tak Ada Dugaan Kerugian Negara
Psikolog Umum Kompeten dan Siap Berikan Layanan di Puskesmas, Pendidikan, Organisasi serta Komunitas
Tak Lagi jadi Menkeu, Momen Purbaya Makan Bakso Berdua Istri dan Kembali Nyetir Sendiri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022