Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 23 Juli 2026 | 01.58 WIB

Inovasi Pertanian ITS Diborong Kementan, dari Traktor Listrik hingga Alat Panjat Kelapa

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (baju putih) dan Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati (batik biru) saat meninjau inovasi elsintan di Kampus ITS Cabang Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com) - Image

Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (baju putih) dan Rektor ITS, Prof. Bambang Pramujati (batik biru) saat meninjau inovasi elsintan di Kampus ITS Cabang Buncitan, Sidoarjo, Rabu (22/7). (Novia Herawati/ JawaPos.com)

JawaPos.com - Kabar gembira datang dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Surabaya. Inovasi alat dan mesin pertanian (alsintan) hasil riset kampus tersebut diborong oleh Kementerian Pertanian (Kementan).

Inovasi yang dibeli, meliputi traktor listrik, alat pemanjat kelapa Mocits, dan mesin listrik penanam padi Ropatama. Pembelian ini selaras dengan komitmen Kementan untuk mendukung hilirisasi riset dan inovasi karya anak bangsa.

“Dengan sinergi ini, para peneliti bersemangat untuk terus berinovasi bagi bangsa dan negara. Hari ini kami transaksi langsung beli," ujar Menteri Pertanian, Amran Sulaiman di kampus ITS Cabang Buncit, Sidoarjo, Rabu (22/7).

Mentan Andi Amran Sulaiman menilai mesin pemanjat kelapa Mocits karya ITS berperan penting dalam meningkatkan produktivitas panen, sekaligus menjamin keselamatan petani saat memanen kelapa.

“Mengingat Indonesia ini salah satu produsen kelapa terbesar di dunia, dengan produksi mencapai 2,8 hingga 3 juta ton per tahun,” imbuh pejabat kelahiran Bone, Sulawesi Selatan tersebut.

Selain elsintan, Kementan melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan juga membeli 200 ton benih jagung unggulan hasil riset dosen Departemen Biologi ITS, Mukhammad Muryono, senilai sekitar Rp 10 miliar.

Benih jagung tersebut diklaim mampu menghasilkan produksi hingga 10 ton per hektare. Jumlah benih yang dibeli juga diproyeksikan dapat memenuhi kebutuhan penanaman di lahan seluas 13.000 hektare.

Amran menyebut Kementan siap melipatgandakan nilai pembelian hingga Rp 100 miliar dalam 10 tahun jika produktivitas benih tetap mencapai rata-rata 10 ton per hektare tanpa perlu menambah luas lahan pertanian.

“Kalau itu terjadi (menghasilkan 10 ton jagung per hektare), artinya dapat meningkatkan produksi jagung nasional tanpa menambah lahan, dan ini yang kita butuhkan (untuk swasembada pangan Indonesia)," kata Amran.

Menurutnya, percepatan swasembada pangan membutuhkan sinergi Triple Helix, yakni kolaborasi antara pemerintah sebagai regulator, industri sebagai pengembang, dan akademisi sebagai penghasil inovasi.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore