
Kolaborasi pemerintah, organisasi profesi, dunia pendidikan dan Indosat dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan. (Istimewa).
JawaPos.com – Tantangan dunia pendidikan di era kecerdasan artifisial (AI) menuntut para tenaga pendidik untuk bergerak cepat. Merespons hal tersebut, Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) bersama PGRI Provinsi Jawa Timur resmi menggebrak lewat peluncuran PGRI Power Jawa Timur. Gerakan nasional ini membawa misi besar: mencetak 1 Juta Guru Mahir Koding & AI.
Bertempat di Gedung Indosat Kayoon Surabaya, peluncuran ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.S.T.P., M.M., serta Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Hj. Unifa Rosidi, M.Pd. Jawa Timur sendiri sengaja dipilih sebagai motor penggerak utama dengan target awal menyasar 200 ribu guru di wilayah ini.
Lantas, bagaimana strategi ekosistem pendidikan di Jawa Timur mewujudkan transformasi digital yang masif ini? Berikut adalah 3 pilar utamanya:
1. Menggeser Paradigma: Menguasai AI, Bukan Digantikan AI
Dalam transformasi ini, poin utamanya adalah kesiapan mental dan kompetensi guru. Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Hj. Unifa Rosidi, M.Pd., menegaskan bahwa penguasaan teknologi mutakhir ini harus segera diadopsi secara konkret demi masa depan pendidikan.
“Gerakan PGRI Power bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan gerakan nyata untuk masa depan pendidikan Indonesia. Penguasaan koding dan AI akan membuka ruang kreativitas tanpa batas bagi para guru dalam menciptakan pengalaman belajar yang lebih inovatif dan relevan,” ungkap Prof. Unifa Rosidi.
Senada dengan hal tersebut, Adiyanto Adhi Kusumo selaku Head of Growth Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison menambahkan bahwa teknologi hadir bukan sebagai ancaman. "AI tidak akan menggantikan pekerjaan kita, tetapi orang yang menguasai AI akan menggantikan orang yang tidak menguasainya. Inilah mengapa pemahaman AI menjadi sangat kompetensial," ujarnya.
2. Mendorong Sinergi Lintas Sektor untuk Konektivitas Andal
Teori dan pelatihan tidak akan berjalan tanpa adanya infrastruktur digital yang kuat. Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur, Dr. Aries Agung Paewai, S.S.T.P., M.M., menekankan pentingnya integrasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dan sektor industri global untuk menyukseskan agenda besar ini.
“Kolaborasi antara pemerintah, organisasi profesi, dunia pendidikan, dan mitra industri seperti Indosat menjadi faktor penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan masa depan,” tegas Dr. Aries Agung Paewai.
Melalui komitmen #LebihBaikIndosat dalam mendukung ekosistem pendidikan, digitalisasi di Jawa Timur kini ditopang oleh penyediaan jaringan konektivitas yang andal guna memastikan proses belajar-mengajar berbasis digital berjalan tanpa hambatan.
3. Fasilitas Laboratorium Praktik dan Tools Digital Eksklusif
Akselerasi ini tidak berhenti pada seminar saja. Pihak industri turut memberikan dukungan tools produktivitas nyata. Salah satunya melalui layanan IM3 Platinum yang memberikan akses gratis hingga 6 bulan ke platform Google Gemini Plus, kapasitas Google Cloud hingga 400 GB, serta akses premium ke Adobe Express. Fasilitas ini diberikan untuk membantu guru menciptakan materi pembelajaran digital yang cerdas dan interaktif.
Selain itu, di acara ini, para guru di Jawa Timur juga difasilitasi akses langsung ke AI-RAN Research Center Indosat Kayoon, sebuah laboratorium teknologi mutakhir yang menampilkan studi kasus pemanfaatan kecerdasan artifisial untuk simulasi dan pelatihan berkala.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
