Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 31 Mei 2026 | 18.51 WIB

HJKS ke-733, DPRD Surabaya Soroti Sampah, Adminduk, hingga Parkir

Jajaran Forkopimda, DPRD, dan Pemkot Surabaya mengikuti Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5). (Juliana Christy/Jawa Pos) - Image

Jajaran Forkopimda, DPRD, dan Pemkot Surabaya mengikuti Upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5). (Juliana Christy/Jawa Pos)

JawaPos.com - Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 menjadi momentum evaluasi bagi berbagai sektor pelayanan publik di Kota Pahlawan. Di tengah sederet penghargaan dan percepatan digitalisasi layanan, DPRD Surabaya mengingatkan masih adanya sejumlah pekerjaan rumah yang perlu segera dibenahi pemerintah kota.

Ketua Komisi A DPRD Surabaya Yona Bagus Widyatmoko menilai berbagai inovasi dan digitalisasi yang dilakukan Pemkot Surabaya patut diapresiasi. Namun, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari banyaknya program yang diluncurkan, melainkan sejauh mana manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Pemkot memang sudah bergerak cepat dalam digitalisasi layanan, tetapi yang harus dipastikan adalah apakah layanan itu benar-benar dirasakan masyarakat sampai tingkat bawah. Jangan sampai bagus di sistem, tetapi warga masih kesulitan di lapangan,” ujarnya usai upacara HJKS ke-733 di Balai Kota Surabaya, Minggu (31/5).

Politisi Gerindra yang akrab disapa Cak Yebe itu menyoroti layanan administrasi kependudukan melalui Balai RW dan aplikasi Klampid New Generation (KNG). Menurutnya, layanan tersebut sudah memudahkan masyarakat, tetapi tingkat pemanfaatannya masih perlu ditingkatkan.

Dia menilai sosialisasi harus lebih masif agar menjangkau warga yang belum terbiasa menggunakan teknologi. Selain itu, kualitas pelayanan juga perlu ditopang oleh kemampuan operator dan petugas di tingkat kelurahan maupun RW. “Jangan sampai pelayanan cepat hanya terjadi di pusat kota. Warga di kampung-kampung juga harus mendapatkan kualitas pelayanan yang sama,” tegasnya.

Selain adminduk, Yona memberi perhatian terhadap pengelolaan sampah yang menjadi bagian dari Program Suroboyo ASRI. Dia menilai semangat menjaga kebersihan kota harus dibarengi sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah yang berjalan efektif di lapangan.

Menurut dia, masih ditemukan penumpukan sampah rumah tangga di sejumlah titik, baik di kawasan permukiman maupun depo yang berfungsi sebagai tempat pembuangan sementara. Bahkan, di beberapa lokasi sampah dilaporkan meluber hingga ke area pelataran depo.

“Kami menjumpai langsung adanya sampah yang meluber di pelataran depo. Pemkot harus memastikan jumlah Tonk Bin mencukupi dan mengatur kembali jadwal pengambilan sampah agar tidak terjadi overload,” katanya.

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore