Konferensi pers Satreskrim Polrestabes Surabaya tentang kasus pencurian perhiasan oleh komplotan WNA. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Ulah komplotan Warga Negara Asing (WNA) yang nekat mencuri 52 perhiasan di Toko Emas kawasan Jalan Pacar Keling, Tambaksari, Kota Surabaya, pada akhir Desember 2025, sempat ramai diperbincangkan.
Mereka adalah ZR (WNA Pakistan), YSM (WNA Pakistan), MRYM (WNA Jordania), dan FR (WNA Jordania). Dari keempat tersangka tersebut, MRYM ternyata seorang residivis yang pernah melakukan kejahatan serupa di Thailand.
"Dari koordinasi penyidik, satu tersangka berinisial MRYM adalah residivis yang pernah melakukan kejahatan sama di negara Thailand," tutur Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Edy Herwiyanto, Sabtu (21/1).
Ia menuturkan keempat tersangka berada di Indonesia sejak tahun 2023. Mereka masuk ke Tanah Air secara resmi sebagai turis, lengkap dengan KITAS dan Paspor. Selama tinggal, mereka kerap berpindah-pindah tempat.
"Mereka masuk ke Indonesia sebagai turis, Paspor dan KITAS yang bersangkutan saat ini juga masih berlaku, tetapi memang setelah kami selidiki, keempat orang ini tinggalnya pindah-pindah atau nomaden," imbuhnya.
AKBP menuturkan bahwa pihaknya mengalami sejumlah kendala untuk menyelidiki kasus pencurian komplotan WNA ini. Selain karena terkendala bahasa, keempat tersangka juga dinilai tidak kooperatif.
"Dari awal dilakukan penangkapan terhadap empat tersangka, mereka ini tidak kooperatif. Keempat-empatnya tidak mau mengakui apa yang mereka lakukan (meski sudah ditunjukkan bukti rekaman CCTV)," terang Edy.
Aksi ini bermula saat empat tersangka datang ke toko perhiasan tersebut pada Rabu, 24 Desember 2025 sekitar pukul 14.30 WIB. 3 orang mengenakan jubah dan berkerudung, 1 orang lainnya bertopi dan bermasker.
Tersangka menunjuk-nunjuk emas yang ingin dibeli. Pelayan mengeluarkannya satu per satu, namun tersangka meminta semua emas dikeluarkan sekaligus dengan gestur menunjuk karena keterbatasan berbahasa Indonesia.
Setelah baki emas diletakkan di etalase, mereka malah mendadak batal membeli dan segera pergi. Sementara tersangka ZR dan MRYM hanya membeli dua anting bayi tanpa meminta dibuatkan surat.
Akibat ulah komplotan WNA tersebut, pihak toko emas mengalami kerugian sebesar Rp 233 juta. Sementara emas yang berhasil dicuri tersangka, yakni 52 perhiasan 16 karat seberat 135 gram, dijual dengan total keuntungan Rp 180 juta.
"Untuk emas berhasil dijual pelaku. Dari penjualan tersebut disita berupa uang dolar Amerika sebanyak 114 lembar. Totalnya 180 juta," tukas AKBP Edy. Keempat tersangka kini mendekam di jeruji besi.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
