Mikael Tarigan (kiri) tak berkutik saat diamankan Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik. Oknum Debt Collector (DC) itu nekat menganiaya debiturnya hingga mengalami patah jari. (Ludry Prayoga).
JawaPos.com – Mikael Tarigan tak berkutik saat diamankan Unit Resmob Satreskrim Polres Gresik. Oknum Debt Collector (DC) itu nekat menganiaya debiturnya hingga mengalami patah jari. Bahkan, sempat mengancam korban akan menyebarkan video jika enggan membayar.
Aksi pria 27 tahun itu terjadi pada Minggu (28/12) lalu. Bermula saat tersangka hendak menagih cicilan kepada korban PJ di wilayah Kecamatan Kebomas. "Melakukan penagihan sembari melakukan perekaman video," ujar Kasatreskrim Polres Gresik AKP Arya Widjaya.
Saat itu, perempuan 40 tahun itu berjanji akan membayar pada malam hari. Lantaran menunggu suaminya pulang kerja. Namun, jawaban tersebut justru memantik cek cok antar kedunya. "Pelaku tersulut emosi dan merekam korban, serta rumah korban dengan ancaman akan memviralkannya," kata Alumunus Akpol 2015 itu.
Korban berusaha menghentikan aksi perekaman tersebut. Namun, Mikael justru menghalangi dan melakukan kekerasan fisik. Mulai dari meremas jari tangan korban hingga mengalami memar dan patah tulang. Bahkan, ibu korban yang datang untuk melerai juga didorong oleh pelaku hingga terjatuh. "Kami pun bergegas mengamankan tersangka di rumah kontrakan di kawasan Desa Ngabetan, Kecamatan Cerme," papar Arya.
Pihaknya menghimbau bahwa penindakan tersebut bukan untuk menghalangi tugas para DC. Sebab, prosedur penagihan wajib dilakukan tanpa unsur kekerasan. "Tugasnya hanya menagih bukan melakukan kekerasan. Jika ada keterlambatan pembayaran, ada prosedur lainnya sesuai aturan yang berlaku," himbau Arya.
Perbuatan Mikael memenuhi unsur pasal 351 KUHP tentang penganiayaan. Dihadapan petugas, pria asal Medan itu mengaku bahwa debitur berhutang sejak Juli lalu dengan nominal Rp 1 juta. Dengan kesepakatan pembayaran dicicil tiap hari selama 25 kali dengan nominal Rp 50 ribu. "Hanya menjalankan tugas dari kantor," ungkapnya berkilah.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
