Ilustrasi ibadah Haji.
JawaPos.com - Calon jamaah haji (CJH) berinisial S harap-harap cemas karena hingga Senin (15/12) namanya masih tercatat tidak istitaah. Penyebabnya, dia divonis gagal ginjal stadium limia. Padahal hasil uji laboratorium tahun 2023 lalu hanya didiagnosa batu ginjal sebelah kiri. Kini penantiannya beribadah di tanah suci selama 13 tahun terancam gagal.
Pada 2023 lalu dirinya merasa kesakitan di area pinggang. Akhirnya berobat ke RS swasta di Gresik untuk periksa dan cek laboratorium. Di sana diketahui ada batu ginjal di sebelah kiri. "Saat itu langsung dirujuk ke RSUD Ibnu Sina untuk melakukan operasi," ucapnya pada Senin (15/12).
Setelah melakukan persiapan, operasi pun dilakukan untuk mengangkat endapan mineral di ginjal tersebut. "Sudah dua tahun dan saya sudah sembuh. Sudah beraktivitas biasa. Memang masih kontrol satu bulan sekali," katanya.
Dirinya masih ingat betul saat akan operasi kala itu. Kreatinin di angka 2.5 mg/dl. Namun data soal tindakan itu tidak boleh diminta. "Jangankan diminta, saya bertanya pun tidak dikasih tahu," imbuhnya.
Namun dia tercengang ketika sistem kesehatan haji menyatakan dirinya tidak istitoah. Meski pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji (CJH) menunjukkan layak berangkat. "Pas di cek puskesmas itu kan ada uji lab, itu juga normal. Kreatininnya 1.4. Tapi ketika diunggah di sistem tidak istitoah karena sistem mencatat saya sakit gagal ginjal stadium 5 dan harus cuci darah," jelasnya.
Selama dua tahun bapak dua anak itu tidak melakukan cuci darah. Bahkan dokter pun tidak menyuruhnya untuk itu. "Tapi kenapa sistem kok mencatat saya gagal ginjal stadium 5 dan harus cuci darah," keluhnya.
Warga PPS itu mengaku bahwa saat pemeriksaan kesehatan CJH dua minggu lalu menunjukkan hasil yang normal. Namun dia diminta untuk ke dokter spesialis dan cek laboratorium karena tertolak ititoah. "Cek lab kemarin kreatinin hasilnya 1.3 mg/dl. Data sudah saya serahkan ke puskesmas," jelasnya.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dr Puspita Whardani mengatakan bahwa CJH yang bersangkutan dinyatakan tidak istithoah karena saat diunggah pada Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) muncul riwayat diagnosa chronic kidney disease stage 5 atau gagal ginjal stadium 5. "Ini mungkin isian dari riwayat BPJS-nya," ucapnya.
Mantan Kepala Puskesmas Sukomulyo itu menyebut bahwa saat ini sedang diproses untuk lapor pada Pusat Kesehatan Haji (Puskeshaj). "Ini masih perbaikan datanya di Puskeshaj," pungkasnya. (son)
2023
Pasca operasi
Sumber: Reportase Jawa Pos

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
12 Rekomendasi Mall Terbaik di Tangerang 2026: Destinasi Belanja, Kuliner & Lifestyle Favorit
Update Klasemen Usai MotoGP Catalunya 2026: Jorge Martin Gigit Jari, Bezzecchi Masih Tak Tersentuh
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Jadwal dan Link Live Streaming Moto3 Catalunya 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama Start P20
