
Ilustrasi warisan. (NU Online)
JawaPos.com-Polemik sengketa waris keluarga almarhum H.M. Husein tak kunjung usai. Saat ini, kasus yang melibatkan anak pertama Achmad Wahyuddin (AW) dan anak ketiga Zainal Abidin (ZA) berlanjut ke ranah perdata. Berkaitan dengan gugatan perubahan akta perdamaian pembagian waris yang disebut sebagai sumber masalah.
Keduanya juga sempat berselisih dalam perkara pemalsuan surat dan penggunaan dokumen palsu. Majelis hakim PN Gresik pun telah menjatuhkan hukuman penjara 4 tahun kepada AW pada 23 Oktober 2025. AW mengajukan banding atas putusan tersebut.
"Muncul stigma bahwa klien kami sebagai mafia tanah, tentu sepenuhnya tidak benar," ujar Denny Rudini, kuasa hukum AW.
Dia menegaskan, pangkal masalah berkaitan dengan sengketa waris. Polemik pembagian waris 4 bersaudara itu berjalan alot hingga berujung saling lapor antara AW dan ZA.
"Pasca sepeninggal almarhum H.M. Husein. Beliau meninggalkan 65 aset berupa tanah dan rumah untuk dibagikan kepada anak-anaknya," beber Denny.
Dasar pembagian waris pun tertuang dalam akta perdamaian No: 36/Pdt. G/2024/PA yang ditandatangani seluruh anak H.M. Husein. Yakni AW, ZA, almarhum Ahmad Lutfi, dan Betty Furoidah.
Dalam perjalanannya, terkuak fakta baru bahwa terdapat ahli waris lain yang tidak pernah dilibatkan. Yakni Mohammad Reza Alif Utama, anak dari istri kedua H.M. Husein.
Pihaknya telah melayangkan gugatan permohonan pembatalan akta perdamaian itu ke Pengadilan Agama Gresik. Yang saat ini masih terus bergulir.
"Jika disetujui, akan dibuatkan akta perdamaian baru dengan melibatkan seluruh ahli waris yang sah," papar Denny.
Denny mengungkapkan, upaya saling lapor di antara para ahli waris ini tidak akan rampung apabila sumber masalahnya tidak diselesaikan.
"Dengan demikian, ribut-ribut warisan ini tidak sampai bisa terselesaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku," tandas Denny.
Gugatan tersebut dibenarkan pihak kuasa hukum ZA, Roni Wahyono. Pihaknya pun menghormati proses hukum yang bergulir.
"Sebenarnya, klien kami sangat menyayangkan. Padahal sebagai adik kandung, sudah mengikuti segala saran dari pihak penggugat," ungkap Roni.
Terlebih, sebelum berpulang, almarhum sang ayah telah melakukan pembagian waris secara proposional. Melalui rapat dan kesepakatan bersama seluruh keluarga besar.
"Namun, dalam proses perjalanannya tidak demikian. Kami menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim," tandas Roni.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022