
Kepala BPBD Surabaya Irvan Widyanto sebut semburan air bercampur gas metana di Sungai Rungkut Madya, tak berbahaya. Warga diimbau jangan panik. (Novia Herawati/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Fenomena semburan air bercampur gas metana di Sungai kawasan Rungkut Madya, Kecamatan Gununganyar, Kota Surabaya, menyita perhatian publik. Tak sedikit warga yang merasa was-was.
Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun tangan ke lokasi semburan. Garis polisi dan tenda kecil BPBD pun terpasang sejak Jumat (17/10).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto memastikan semburan air bercampur gas di Sungai wilayah Rungkut Madya, tak membahayakan warga.
Berdasarkan hasil pengukuran sementara oleh PGN, Dinas ESDM, dan Pakar Geologi ITS, semburan tersebut mengandung gas metana (CH₄) namun dalam kadar yang masih aman. Tak ada indikasi berbahaya.
"Hasil pemeriksaan awal mengandung gas metana (CH₄), tapi ukuran untuk semburan gas itu sendiri masih dinyatakan aman oleh teman-teman dari PGN, ESDM, maupun ITS,” tutur Irvan, Sabtu (18/10).
Ia juga mengatakan bahwa semburan bercampur gas metana di sungai kawasan Rungkut Madya tidak mengeluarkan lumpur. Oleh karena itu, ia mengimbau warga agar tetap tenang.
"(Semburan di Sungai kawasan Rungkut Madya) ini mengeluarkan semacam kayak udara, gas. Dan itu juga sudah diukur oleh teman-teman bahwa untuk gas itu dinyatakan masih dalam aman," tambahnya.
Irvan memahami kekhawatiran warga yang sempat panik karena mengira fenomena tersebut mirip dengan peristiwa lumpur Lapindo di Sidoarjo. Namun, Irvan memastikan kondisi di lapangan saat ini terkendali dan terus dipantau.
"Memang kita memahami kepanikan warga dan saya mohon (warga tetap tenang) kita akan terus update ini (penyebab semburan air bercampur gas) kenapa dan lain sebagainya," terang Irvan.
Terkait langkah lanjutan, Irvan menyebutkan bahwa BPBD Surabaya akan berkoordinasi dengan ITS, PGN, serta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) untuk melakukan pemeriksaan lebih mendalam.
Sebagai bagian dari upaya mitigasi, BPBD Surabaya telah membuat perimeter agar warga tidak mendekat ke titik semburan. Selain itu, CCTV milik pemkot yang berada di sekitar lokasi juga diarahkan ke titik semburan.
"Kita membuat perimeter untuk sementara, agar jangan ada warga yang mendekat. Kemudian CCTV-nya pemkot, nanti kita arahkan ke sini (titik semburan) atas arahan Mas Wali Kota (Eri Cahyadi)” ujarnya.
Sementara untuk tahap penyelaman, pihaknya akan melibatkan sejumlah perangkat daerah (PD), termasuk Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) serta DSDABM Surabaya.
Sebelumnya, semburan air bercampur gas diduga metana di Sungai kawasan Rungkut Madya, muncul pertama kali pada Kamis (16/10) sekitar pukul 2 siang. Semburan itu berlangsung hingga keesokan harinya
Dari pantauan JawaPos.com di lokasi, semburan air disertai bau gas di Sungai kawasan Rungkut Madya berlangsung hingga Jumat (17/10) sekitar 16.15 WIB. Meski begitu, petugas BPBD masih berjaga di sekitar area.

Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Media Jerman Pusing Lihat Ngerinya Performa Veda Ega Pratama di Sesi Practice Moto3 Hungaria 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Eksklusif! Perjuangan Nyo Daftar Player Escort Sejak 2024, Menangis Haru Dipeluk Nathan Tjoe-A-On di Timnas Indonesia
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Viral Pengemudi Ojek Pangkalan Getok Harga Rp 400 Ribu Senayan-Bundaran HI, Modus Bilang Tarif "58"
