
Foto udara bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/9/2025). (Alfian Rizal/ Jawa Pos)
JawaPos.com - Dua hari evakuasi menggunakan alat berat, proses pengangkatan material reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo sudah mencapai sekitar 40 persen.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencara, Suharyanto. Ia mengatakan ratusan personel gabungan secara bergantian bekerja selama 24 jam non stop untuk menemukan korban yang tertimbun.
"Progres pengangkutan saya rasa 2 hari ini kerja maksimal ya. Kira-kira berapa persen? sekitar 40 persen. Kok lama sekali, dua hari cuma dapat 40 persen? rekan-rekan bisa lihat ke sana, ini balok-baloknya kan besar," ujarnya, Sabtu (4/10).
Selain material yang berukuran besar, jasad korban yang masih ada di balik reruntuhan juga menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, Suharyanto mengatakan proses pengangkatan tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian.
"Apalagi di situ ada jasad. Kalau di situ gak ada apa-apa cepat mudah itu. Ya kita sepakat lah, nggak mungkin kita itu asal aja ngambil. Walaupun sudah meninggal, masa kita tega mengambilnya serampangan?" imbuhnya.
Suharyanto menegaskan pihaknya tak ingin gegabah. Meski korban yang tertimbun, berdasarkan alat detektor menunjukkan tidak adanya kehidupan, Tim SAR gabungan tetap mengutamakan evakuasi yang humanis.
"Kalau ngambilnya serampangan, mohon maaf korban tambah parah, terpotong atau gimana, kan nggak ingin. Kita manusia selalu menomorsatukan manusia lainnya, (walaupun) sudah meninggal," tegas Suharyanto.
Ketika ditanya soal target rampungnya proses pengangkatan material, Suharyanto enggan berandai-andai. Yang jelas, Tim SAR gabungan bergerak secepat mungkin untuk menemukan korban yang masih hilang.
"Semua alat berat di situ. Ya nanti targetnya secepat mungkin. Mudah-mudahan nanti satu hari ini. Kalau kemarin dua hari 40 persen, ya sekarang tambah 20 atau 30 persen lagi," tukasnya.
Bangunan Musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.
Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Puluhan santri diduga masih terjebak dalam reruntuhan. Tim SAR pun terus berupaya mengevakuasi korban dengan menggunakan alat berat (ekskavator dan crane).
Hingga Sabtu (4/10) pukul 09.28 WIB, sebanyak 118 orang korban berhasil dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh Tim SAR, dengan rincian 104 selamat dan 14 korban meninggal dunia.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Awas Macet! Besok Ribuan Buruh Demo May Day di Surabaya, Ini Jalan yang Perlu Dihindari
