Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 21.24 WIB

Alat Berat Digunakan, Dalam 2 Hari Pengangkatan Material Runtuhan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo Capai 40 Persen

Foto udara bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/9/2025).  (Alfian Rizal/ Jawa Pos) - Image

Foto udara bangunan mushalla yang ambruk di Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny di Kecamatan Buduran, Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (30/9/2025). (Alfian Rizal/ Jawa Pos)

JawaPos.com - Dua hari evakuasi menggunakan alat berat, proses pengangkatan material reruntuhan bangunan Pondok Pesantren Al Khoziny, Kabupaten Sidoarjo sudah mencapai sekitar 40 persen. 

Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencara, Suharyanto. Ia mengatakan ratusan personel gabungan secara bergantian bekerja selama 24 jam non stop untuk menemukan korban yang tertimbun. 

"Progres pengangkutan saya rasa 2 hari ini kerja maksimal ya. Kira-kira berapa persen? sekitar 40 persen. Kok  lama sekali, dua hari cuma dapat 40 persen? rekan-rekan bisa lihat ke sana, ini balok-baloknya kan besar," ujarnya, Sabtu (4/10).

Selain material yang berukuran besar, jasad korban yang masih ada di balik reruntuhan juga menjadi pertimbangan. Oleh karena itu, Suharyanto mengatakan proses pengangkatan tetap dilakukan dengan prinsip kehati-hatian. 

"Apalagi di situ ada jasad. Kalau di situ gak ada apa-apa cepat mudah itu. Ya kita sepakat lah, nggak mungkin kita itu asal aja ngambil. Walaupun sudah meninggal, masa kita tega mengambilnya serampangan?" imbuhnya. 

Suharyanto menegaskan pihaknya tak ingin gegabah. Meski korban yang tertimbun, berdasarkan alat detektor menunjukkan tidak adanya kehidupan, Tim SAR gabungan tetap mengutamakan evakuasi yang humanis. 

"Kalau ngambilnya serampangan, mohon maaf korban tambah parah, terpotong atau gimana, kan nggak ingin. Kita manusia selalu menomorsatukan manusia lainnya, (walaupun) sudah meninggal," tegas Suharyanto.

Ketika ditanya soal target rampungnya proses pengangkatan material, Suharyanto enggan berandai-andai. Yang jelas, Tim SAR gabungan bergerak secepat mungkin untuk menemukan korban yang masih hilang. 

"Semua alat berat di situ. Ya nanti targetnya secepat mungkin. Mudah-mudahan nanti satu hari ini. Kalau kemarin dua hari 40 persen, ya sekarang tambah 20 atau 30 persen lagi," tukasnya.

Kronologi Singkat 

Bangunan Musala tiba-tiba ambruk pada Senin (29/9) sekitar pukul 15.35 WIB. Insiden tragis ini terjadi saat santri Pondok Pesantren Al Khoziny sedang melakukan Salat Asar berjamaah pada rakaat kedua.

Akibatnya, banyak santri yang terjebak dalam reruntuhan bangunan. Puluhan santri diduga masih terjebak dalam reruntuhan. Tim SAR pun terus berupaya mengevakuasi korban dengan menggunakan alat berat (ekskavator dan crane). 

Hingga Sabtu (4/10) pukul 09.28 WIB, sebanyak 118 orang korban berhasil dievakuasi, baik secara mandiri maupun oleh Tim SAR, dengan rincian 104 selamat dan 14 korban meninggal dunia.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore