Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 4 Oktober 2025 | 03.09 WIB

Kakek Menanti Evakuasi Cucunya dari reruntuhan Bangunan Ponpes Al Khoziny Sidoarjo, Korban Meninggal Bertambah jadi 13 Orang

Saidi menunjukkan foto cucunya saat menunggu kabar tim SAR gabungan di Posko SAR Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025). (ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin) - Image

Saidi menunjukkan foto cucunya saat menunggu kabar tim SAR gabungan di Posko SAR Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jumat (3/10/2025). (ANTARA/Naufal Ammar Imaduddin)

JawaPos.com – Saidi menatap nanar suasana di sekitar bangunan pondok pesantren (ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, dari dari Posko SAR. Ia menantikan nasib cucunya yang menjadi salah satu korban dalam tragedi memilukan itu.

Sang cucu, Muhammad Adam Virdiansyah, 13 tahun, tercatat sebagai salah satu santri yang berada di lokasi saat bangunan ponpes itu runtuh pada Senin (29/9), saat salat Asar rakat kedua.

Warga Sukodono, Sidoarjo, itu berharap Tim SAR gabungan segera menemukan cucunya. Meski amat terpukul, ia mengaku suah Ikhlas menerima apapun kondisi cucunya saat ditemukan nanti.

Saidi mengatakan, setiap pagi dirinya berada di sekitar lokasi evakuasi untuk menunggu perkembangan kabar dari tim SAR gabungan.

"Saya tidak minta apa-apa. hanya ingin bisa bertemu cucu saya, apapun kondisinya," ucap Saidi saat ditemui wartawan di Posko SAR gabungan di kompleks Ponpes Al Khoziny, Sidoarjo, Jumat (3/10) sebagaimana dilansir dari Antara.

Menurut Saidi, sang cucu dikenal sebagai anak pendiam yang sejak kecil dan sudah berkeinginan mondok di pesantren.

"Dia sendiri yang minta mondok. Sejak lulus SD sudah bilang ingin masuk pesantren," tuturnya.

Oleh karena itu, ia mengaku terus berdoa agar proses evakuasi berjalan lancar dan keluarganya bisa segera mendapatkan kepastian. "Setiap hari saya hanya berdoa agar cepat ketemu," tutur Saidi.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), hingga Jumat (3/10) petang, sebanyak 116 orang telah dievakuasi dari reruntuhan musala Ponpes Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo.

Dari jumlah tersebut, 103 orang dinyatakan selamat dan 13 orang meninggal dunia. Dengan penemuan masih berada di sektor A3, dekat sektor A2 atau tidak jauh dari titik sebelumnya.

Dalam operasi tersebut, tim lapangan menggunakan berbagai peralatan khusus, mulai dari search cam flexible Olympus, Xaver 400 wall scanner, hingga multi search leader.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) juga mengerahkan dukungan logistik dan peralatan.

Termasuk 200 kantong jenazah, 250 set alat pelindung diri, serta alat berat berupa crane, excavator breaker, truk jungkit, hingga mobil ambulans.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore