Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 14 September 2025 | 01.41 WIB

Pemkot Surabaya Janji Sekolahkan Kembali Kakak Beradik Korban Kekerasan Ayah di Kutisari Selatan Tenggilis Mejoyo

BS (kanan), ayah yang menganiaya dua anaknya di Kutisari Selatan Surabaya. Pemkot Surabaya akan menyekolahkan kembali kedua kakak beradik itu. (Istimewa) - Image

BS (kanan), ayah yang menganiaya dua anaknya di Kutisari Selatan Surabaya. Pemkot Surabaya akan menyekolahkan kembali kedua kakak beradik itu. (Istimewa)

JawaPos.com - Pemkot Surabaya berjanji akan menyekolahkan kembali dua anak kakak beradik, yakni B, laki-laki, 7 tahun dan A, perempuan, 4 tahun, yang terpaksa putus sekolah demi merawat ayahnya yang lumpuh.

Bakti B dan A yang mengorbankan sekolahnya justru dibalas buruk oleh sang ayah, BS, 60 tahun, warga Kutisari Selatan, Kecamatan Tenggilis Mejoyo, Surabaya. Mereka diduga menjadi korban kekerasan hingga matanya berdarah.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Surabaya, Ida Widayati memastikan kakak beradik B dan A sudah dievakuasi ke panti asuhan.

Kakak beradik tersebut dievakuasi menyusul kakaknya, BE, 16 tahun, yang sudah kabur lebih dulu dari rumah tinggal ayahnya. Kini, ketiga anak BS tinggal di panti asuhan di bawah naungan gereja yang sama.

BE pun rupanya berhenti sekolah setelah lulus SMP karena menunggak. Sementara B dan A terpaksa putus sekolah karena harus merawat ayahnya yang lumpuh. Ida berjanji akan membantu mereka agar bisa sekolah lagi.

"(A dan B) sudah langsung masuk panti. Sudah kita antar ke pantinya gabung sama kakaknya. Saya sudah koordinasi sama Pak Yusuf Masruh (Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya), itu (BE) akan dibantu kejar paket gitu," imbuhnya.

Begitu pula dengan adik-adiknya. B yang usianya sudah memenuhi syarat akan lebih dulu dimasukkan ke Sekolah Dasar (SD) dekat panti. Setelah itu, giliran A yang akan bersekolah jika usianya sudah mencukupi.

Sebelumnya, proses evakuasi B dan A sempat berjalan alot. Pasalnya, sang ayah selama ini bersikeras ingin merawat anak-anaknya, dan tak berkenan anaknya diasuh pihak lain. Evakuasi pun baru berhasil pada Kamis (11/9).

"Kemarin itu sempat kita sampaikan bahwa penelantaran anak itu ada pasalnya begitu. Karena dari yang kemarin-kemarin kita sudah mau bawa itu susah ya. Pak Camat juga sudah merayu itu juga susah begitu," tutur Ida. 

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore